|
Kekuatan Paritta
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apakah paritta yang kita baca itu mengandung kekuatan
tersendiri? Membaca Bojjhanga Paritta misalnya, apakah
kita (kalau sakit) bisa sembuh karena kekuatan paritta tersebut atau
karena pengaruh pikiran (sugesti)?
Sumin, Bekasi
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Pembacaan paritta adalah merupakan
usaha untuk mengkondisikan perbuatan baik melalui ucapan,
pikiran dan perbuatan kita. Dengan membaca paritta 15
menit, misalnya, maka selama itu pula kita melakukan
kebajikan. Semakin banyak kita melakukan kebajikan,
maka akan mengkondisikan kamma baik kita berbuah sesuai
dengan harapan. Jadi, orang sakit, karena banyak membaca
paritta maka kamma baiknya bisa berbuah dalam bentuk
kesehatan. Oleh karena itu, hal ini bukan karena sugesti,
tapi karena timbunan kamma baiknya sudah cukup untuk
berbuah sesuai dengan harapan.
Sdr. Sumin yang baik, Paritta memiliki kekuatan dengan
syarat-syarat sebagai berikut:
- paritta tersebut isinya mengandung kebenaran sejati
(sacca), bukan gubahan, tambahan, yang tak
mengandung arti == > the power of truth.
- pembaca paritta maupun yang dibacakan paritta memiliki
kekuatan moral (sila) === > the power of
virtue.
- paritta tersebut dan pembacanya memiliki makna dan
kekuatan cinta kasih === > the power of loving
kindness.
- paritta tersebut harus dibacakan dengan suara jelas,
sesuai tanda bacanya, dan harmonis. == > the power
of sound.
- paritta tersebut harus dibacakan dan didengarkan
dengan penuh keyakinan (saddha) == > the
power of faith.
- paritta tersebut harus dibacakan dengan penuh konsentrasi
dan perhatian == > the power of concentration &
mindfulness. Kekuatan tersebut juga dipimpin oleh
kamma yang dibacakan paritta.
Perihal Bojjhanga Paritta, memang ada kisahnya, dan
paritta tersebut sesungguhnya sangat panjang dan di
dalamnya berisi perenungan, sekali lagi isinya tidak
sependek yang tertulis di dalam buku Paritta terbitan
semua lembaga Buddhis di Indonesia. Di dalam buku Dhamma
Nature yang merupakan kumpulan tulisan kisah nyata
penyembuhan melalui vipassana dengan perenungan
Bojjhanga paritta, proses transformasi batin dan jasmani
mulai bekerja efektif ketika orang yang sakit tersebut
telah melewati proses perealisasian udaya bhaya nana
(nana tingkat keempat di dalam vipassana bhavana).
Proses kesembuhan dari hampir setiap kasus yang ditemui
di Burma umumnya terjadi setelah seseorang melewati
nana tersebut, dan proses penyembuhan melalui Bojjhanga
paritta juga terjadi saat orang itu melakukan vipassana
atas Bojjhanga paritta dan merealisasi udaya bhaya
nana. Namun perlu diperhatikan bahwa kasus ini merupakan
kasus umum yang dijumpai di Burma, bisa saja seseorang
tanpa melalui vipassana, tetapi semua kondisi
butir 1 sampai dengan 7 + leader kamma dapat
menyembuhkan penyakit seseorang. Oleh karena itu, bacalah
Bhojjhanga paritta yang lengkap (tidak pendek) secara
benar dan lakukan perenungan, tidak ada ruginya.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|