Tetap Berpikiran
Positif Ketika Sedang Sakit
Tanya:
Bagaimana caranya agar kita tetap dapat berpikiran
suci atau positif dan tetap memancarkan metta, jauh
dari lobha, dosa, dan moha pada saat kita sedang sakit?
Karena mengurusi badan yang sedang sakit saja sudah
susah bukan main, apalagi kalau jenis sakitnya tergolong
berat.
Surja Muliadi, Jakarta Utara
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Pikiran suci yang terbebas dari
ketamakan, kebencian, dan kegelapan batin bukan hanya
dilatih ketika seseorang sudah sakit, namun, hendaknya
dilatih setiap saat, ketika masih muda dan sehat. Namun,
seandainya ada orang yang sudah sakit dan ingin membebaskan
pikiran dari ketamakan, kebencian dan kegelapan batin,
maka yang pertama dia kerjakan adalah, hendaknya dia
menerima penyakitnya ini sebagai bagian dari kewajaran.
Semakin dia menolak kondisi sakitnya, maka semakin terasa
menderita batinnya, dan semakin kacau pikirannya. Dalam
Dhamma pernah diketemukan nasehat, bahwa seseorang hendaknya
bisa sakit badannya, namun jangan sakit batinnya.
Kalau dia sudah bisa menerima
sakit sebagai kewajaran, maka barulah dia bisa sedikit
mengatasi kebencian pada diri sendiri sehingga latihan
pengembangan batin yang lainnya akan lebih mudah dikerjakan,
terutama dengan melatih meditasi dalam berbagai posisi,
baik posisi duduk, berdiri, berjalan maupun berbaring.
Dengan demikian, selama sakit, setelah bisa menerima
kenyataan, maka dia akan dapat memanfaatkan waktunya
sepanjang hari untuk mengembangkan kesadaran, sehingga
lambat laun, pikirannya dapat dibebaskan dari ketamakan,
kebencian, dan kegelapan batin.
Sdr. Surja yang baik, untuk melaksanakan hal tersebut
ketika sedang sakit apalagi sakit berat sungguh tidak
sederhana. Kebiasaan sikap batin yang positif seperti
itu dapat terlaksana apabila dilatih di dalam kehidupan
sehari-hari, jadi tidak bisa instan muncul tiba-tiba
ketika kita sedang sakit. Di dalam setiap gejolak hidup
sehari-hari baik gejolak positif maupun negatif perlu
dilatih sikap batin positif seperti yang Saudara maksudkan.
Namun biasanya kebanyakan orang tidak begitu kuat tekadnya
sehingga jarang orang melatihnya.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|