Posisi Ketika 'Berdoa'
Tanya:
Namo Buddhaya,
Ada yang ingin saya tanyakan. Sebelum tidur biasanya
kita 'berdoa'. Apakah boleh 'berdoa' dalam posisi sambil
tidur? Ataukah harus duduk atau bersila? Terima kasih.
Ita, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Berdoa dalam konsep Buddhis adalah
berisikan perenungan, bukan permintaan kepada mahluk
tertentu, oleh karena itu, posisi bagaimanapun juga
tidak akan mempengaruhi hasil yang didapat. Namun, memang
idealnya, kalau kita tidak sakit, sebaiknya melakukan
kegiatan ini sambil duduk bersila, hal ini akan sangat
membantu menjaga kesadaran kita. Kalau dilakukan sambil
berbaring, apalagi badan sedang capai, maka cenderung
kita akan lebih cepat kehilangan kesadaran sehingga
tertidur. Berbeda kalau memang hal ini dilakukan oleh
orang yang sedang sakit dan harus berbaring, maka, lakukanlah
hal ini sambil berbaring, tidak akan berbeda hasilnya.
Sdri. Ita yang baik, dalam ajaran Buddha istilah "berdoa"
dibedakan dengan membacakan paritta. Doa boleh dikatakan
tidak ada di dalam the Pure Buddhism, yang ada
adalah pembacaan paritta (khotbah Sang Buddha yang bila
dilaksanakan menimbulkan perlindungan bagi yang melaksanakannya)
atau Gatha (pujian terhadap sikap batin luhur para mahluk
Bijaksana) atau pernyataan batin yang positif atas kondisi
sesuatu (orang, cuaca, musim, kesehatan, dan sebagainya).
Membacakan paritta, gatha, atau pernyataan batin positif
dapat dilakukan dengan sikap apa pun, namun dalam kondisi
sehat, tentu secara lazimnya dibacakan sambil duduk
atau berdiri atau berjalan sesuai ketersediaan yang
memungkinkan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|