BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Aborsi dan Perasaan Bersalah

Tanya:
Teman saya pernah melakukan aborsi. Saat ini ia dilanda perasaan bersalah. Tindakan apakah yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini? Mengenai 'anak' yang diaborsi, apakah yang harus dibuat untuk 'anak' itu?

Candy, Biak

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

Melakukan aborsi memang merupakan kamma buruk. Hanya saja, semakin terpaksa dilakukan, buah kamma buruk yang akan dipetiknya tidak sebesar kalau dia melakukan aborsi demi memuaskan kesenangannya untuk hidup bersuka ria tanpa bertanggung jawab. Apabila aborsi sudah dilakukan, maka orang hendaknya merenungkan bahwa kamma buruk yang sudah dilakukan, hendaknya menjadi kamma buruk yang terakhir yang dilakukannya. Artinya, di masa depan, dengan berbagai peralatan kesehatan yang tersedia, hendaknya orang berusaha mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki. Dengan demikian, tindakan aborsi tidak lagi diulangi.

Sedangkan untuk 'anak' yang sudah diaborsi, orangtua bisa melakukan pelimpahan jasa. Artinya, orangtua berbuat baik atas nama 'anak' yang sudah diaborsi. Hal ini bisa diucapkan sebagai: "Semoga dengan kebajikan yang dilakukan pada hari ini akan memberikan kebahagiaan sesuai dengan kondisi semua mahluk yang pernah berhubungan kamma dengan saya". Lakukanlah hal ini sesering mungkin. Dengan demikian, kalau 'anak' itu bisa menerima jasa kebajikan yang dikirimkan, dia akan mendapatkan manfaatnya. Namun, bisa tidak, maka orangtuapun juga sudah menanam kamma baik secara rutin yang tentunya buah kebahagiaannya akan dipetik pada saatnya nanti.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]