BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Nibbăna dan Kesadaran

Tanya:
Dalam Upanisa Sutta, disebutkan bahwa yang menunjang nama-rupa adalah kesadaran. Apakah benar seseorang yang telah mencapai Nibbăna sudah tidak memiliki kesadaran lagi (sehingga tak ada nama-rupa)? Kalau ya, mengapa Pancasila Buddhis 'melarang' minum minuman keras yang dapat melemahkan kesadaran?

Surja Muliadi, Jakarta Utara

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):

Namo Buddhaya,

Seseorang yang telah mencapai kesucian (Nibbăna) justru adalah orang yang telah mengembangkan kesadarannya secara sempurna. Dalam batinnya, karena kesadarannya penuh, tidak ada lagi ketamakan, kebencian, dan kegelapan batin. Batinnya menjadi bersih dari noda batin.

Sedangkan dalam Pancasila Buddhis berisikan untuk "tidak minum dan makan barang-barang yang dapat melemahkan kesadaran", karena dengan lemahnya kesadaran seseorang, maka ada kecenderungan keempat sila lainnya akan dilanggar. Oleh karena itu, di masa sekarang, mudah sekali kita jumpai, kerusuhan yang dilakukan oleh mereka yang sedang mabuk. Inilah hasil yang bisa dilihat apabila orang tidak melaksanakan salah satu dari Pancasila Buddhis, menghindari mabuk-mabukkan.

Sdr. Surja yang baik, seseorang yang sudah merealisasi Nibbăna, tetap memiliki kesadaran. Contohnya Buddha Gotama masih memiliki kesadaran. Kesadaran erat kaitannya dengan jasmani / fisik. Fisik mahluk hidup dikondisikan oleh empat jenis penyebab, yaitu perbuatan (kamma), kesadaran (citta), makanan / nutrisi lewat mulut atau lewat manapun (ahara), suhu / kelembaban lingkungan (utu).

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]