BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Asal Mula Pujian "Namo Tassa..."

Tanya:
Siapakah yang pertama kali memberi gelar / pujian "Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddha" kepada Sang Buddha? Dalam kesempatan kapankah hal tersebut disampaikan?

Surjadie, Jakarta

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):

Namo Buddhaya,

Yang pertama kali menyebutkan adalah Brahmana Janussoni. Diucapkan waktu Sang Buddha berada di Hutan Jeta, yaitu.ketika Brahmana Janussoni bermaksud menghormat kepada Sang Buddha dengan bernamaskara, beliau memuji Sang Buddha tiga kali dengan pujian tersebut. Tentang Brahmana Janussoni ini terdapat di Majjhima Nikaya III, 7 yaitu Culahatthipadoma Sutta.

Sdr. Surjadie yang baik, berikut ini cerita asal usul pujian NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMA SAMBUDDHASSA:

Demikianlah telah saya dengar: Pada satu saat Sang Bhagava sedang menetap di dekat Savatthi di Hutan Jeta, di vihara Anathapindika. Saat itu Brahmana Janussoni sedang keluar Savatthi pagi hari sekali dalam kendaraan serba putih. Brahmana Janussoni melihat pertapa Pitolika sedang mendatanginya dari jarak tertentu dan melihatnya, ia berkata demikian kepada Pertapa Pitolika:

"Tuan, saya datang atas kehadiran Pertapa Gotama."

"Bagaimana menurutmu, Vacchayana? Apakah Pertapa Gotama memiliki kebijaksanaan yang luhur? Apakah menurutmu Beliau bijaksana?"

"Namun, siapakah saya ini, Tuan, sehingga saya seyogyanya mengetahui apakah Pertapa Gotama memiliki kebijaksanaan luhur? Tentu saja hanya orang seperti Beliau yang dapat mengetahui apakah pertapa Gotama memiliki kebijaksanaan luhur."

"Tak diragukan lagi, dengan pujian yang luhur bahwa yang terhormat Vacchayana memuji Pertapa Gotama."

"Namun, siapakah saya ini, Tuan, sehingga saya seyogyanya memuji Pertapa Gotama? Dipuji oleh yang patut dipuji itulah yang mulia Gotama, pemimpin para dewa dan manusia."

"Ketika hal ini telah diucapkan, Brahmana Janussoni turun dari kendaraannya yang serba putih, dan setelah merapikan pakaian atasnya ke bahu, setelah bernamakara kepada Sang Bhagava, beliau memuji Sang Bhagava tiga kali dengan pujian:

NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!"

Serta merta, kalimat yang merupakan ekspresi pujian dan pujaan ini cukup luas diketahui, sehingga beberapa umat awam, beberapa umat Buddha, dan beberapa brahmana dan sedikitnya seorang Raja telah mengucapkan kata-kata pujian ini. Oleh karena itu, ketika saat ini kita membacakan kata-kata
ini, merupakan rangkaian suara sejak masa lalu, Jaman Sang Buddha masih hidup. Kita dapat membacakannya, seperti brahmana ini melakukannya, NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA! sebanyak tiga kali di dalam bahasa Pali, atau dengan menerjemahkannya ke
dalam Bahasa Indonesia.

Semoga dapat memenuhi harapan saudara.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]