Asal Mula Pujian
"Namo Tassa..."
Tanya:
Siapakah yang pertama kali memberi gelar / pujian
"Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddha"
kepada Sang Buddha? Dalam kesempatan kapankah hal tersebut
disampaikan?
Surjadie, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Yang pertama kali menyebutkan
adalah Brahmana Janussoni. Diucapkan waktu Sang Buddha
berada di Hutan Jeta, yaitu.ketika Brahmana Janussoni
bermaksud menghormat kepada Sang Buddha dengan bernamaskara,
beliau memuji Sang Buddha tiga kali dengan pujian tersebut.
Tentang Brahmana Janussoni ini terdapat di Majjhima
Nikaya III, 7 yaitu Culahatthipadoma Sutta.
Sdr. Surjadie yang baik, berikut ini cerita asal usul
pujian NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMA SAMBUDDHASSA:
Demikianlah telah saya dengar: Pada satu saat Sang
Bhagava sedang menetap di dekat Savatthi di Hutan Jeta,
di vihara Anathapindika. Saat itu Brahmana Janussoni
sedang keluar Savatthi pagi hari sekali dalam kendaraan
serba putih. Brahmana Janussoni melihat pertapa Pitolika
sedang mendatanginya dari jarak tertentu dan melihatnya,
ia berkata demikian kepada Pertapa Pitolika:
"Tuan, saya datang atas kehadiran Pertapa Gotama."
"Bagaimana menurutmu, Vacchayana? Apakah Pertapa
Gotama memiliki kebijaksanaan yang luhur? Apakah menurutmu
Beliau bijaksana?"
"Namun, siapakah saya ini, Tuan, sehingga saya
seyogyanya mengetahui apakah Pertapa Gotama memiliki
kebijaksanaan luhur? Tentu saja hanya orang seperti
Beliau yang dapat mengetahui apakah pertapa Gotama memiliki
kebijaksanaan luhur."
"Tak diragukan lagi, dengan pujian yang luhur
bahwa yang terhormat Vacchayana memuji Pertapa Gotama."
"Namun, siapakah saya ini, Tuan, sehingga saya
seyogyanya memuji Pertapa Gotama? Dipuji oleh yang patut
dipuji itulah yang mulia Gotama, pemimpin para dewa
dan manusia."
"Ketika hal ini telah diucapkan, Brahmana Janussoni
turun dari kendaraannya yang serba putih, dan setelah
merapikan pakaian atasnya ke bahu, setelah bernamakara
kepada Sang Bhagava, beliau memuji Sang Bhagava tiga
kali dengan pujian:
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!
NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO SAMMA SAMBUDDHASSA!"
Serta merta, kalimat yang merupakan ekspresi pujian
dan pujaan ini cukup luas diketahui, sehingga beberapa
umat awam, beberapa umat Buddha, dan beberapa brahmana
dan sedikitnya seorang Raja telah mengucapkan kata-kata
pujian ini. Oleh karena itu, ketika saat ini kita membacakan
kata-kata
ini, merupakan rangkaian suara sejak masa lalu, Jaman
Sang Buddha masih hidup. Kita dapat membacakannya, seperti
brahmana ini melakukannya, NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATTO
SAMMA SAMBUDDHASSA! sebanyak tiga kali di dalam bahasa
Pali, atau dengan menerjemahkannya ke
dalam Bahasa Indonesia.
Semoga dapat memenuhi harapan saudara.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|