|
Paradatupajivika
Peta dan 'Pelimpahan Jasa'
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apakah yang dimaksud dengan alam Paradatupajivika Peta
itu adalah alam setan kelaparan? Mengapa dikatakan kalau
mahluk yang tidak terlahir di alam itu, seperti di alam
surga atau neraka, tidak bisa menerima pelimpahan jasa?
Mengapa syaratnya demikian? Terima Kasih.
Lisa, Surabaya
Jawaban dari Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Sdr. Lisa yang baik, mahluk Paradatupajivika Peta adalah
mahluk yang makanannya adalah sesajian. Memang yang
paling efektif adalah sesajian yang disajikan oleh anggota
keluarga dengan merenungkan perbuatan tersebut untuk
menginspirasikan kebaikan (mudita citta) kepada
mahluk itu.
Istilah pelimpahan jasa sebenarnya kurang tepat, lebih
tepat menginspirasikan kebaikan atas jasa kebaikan.
Mahluk surgawi sudah bahagia, mereka hanya bertambah
bahagia. Kematian di alam surga biasanya dialami oleh
dewa yang hasil kebaikannya surut untuk di alam surga,
bukan bertambah kebahagiaannya. Kematian di alam peta
tersebut dikondisikan oleh kamma baik atas inspirasi
perbuatan jasa keluarganya yang memotong kamma buruk
/ vipaka kamma di alam peta itu. Karena yang
memotong keburukan tersebut adalah kamma baik, maka
peta tersebut mati dan tumimbal lahir di alam
yang baik sesuai kamma baik tersebut. Demikian logikanya
dan prosesnya. Alam neraka tidak sempat berinspirasi
kebaikan karena sibuk didera oleh penderitaan yang tak
kunjung henti.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|