|
Update Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
 |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
Hinayana
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya pernah membaca buku sejarah SMU di mana di dalamnya
menyebut Agama Buddha Hinayana. Apakah Agama Buddha
Hinayana itu?
Susefto Mulyadi, Jambi
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Saya
kutipkan pengertian Hinayana menurut dua kamus, semoga
bisa memberikan manfaat.
- A Dictionary Buddhism disusun oleh T.O.
Ling.
Hinayana: Istilah yang dipergunakan di India kuno
yang merupakan salah satu dari berbagai 'cara' atau
metoda untuk mencapai kesucian. ( Yana = sarana, metoda).
- A Popular Dictionary of Buddhism disusun
oleh Christmas Humphreys.
Hinayana secara harafiah berarti kendaraan untuk mencapai
kebebasan yang kecil atau lebih kecil. Istilah ini
dimunculkan oleh kelompok Mahayana untuk membedakan
salah satu aliran dalam Buddhism ini dengan aliran
mereka sendiri yang berarti kendaraan besar (= Mahayana).
Aliran Hinayana yang pada awalnya terdiri dari 18
kelompok termasuk Sarvastivada dan Mahasanghika yang
sekarang dikenal sebagai Theravada. Theravada berkembang
baik di India dan Srilanka. Pada waktu Muslim masuk
ke India, kelompok ini bisa lebih bertahan dibandingkan
dengan kelompok yang lain. Sekarang kelompok Theravada
inilah satu-satunya yang mewakili aliran Buddhism
yang paling awal.
Sdr. Susefto yang baik, istilah Hinayana merupakan
sebutan yang disosialisasikan oleh mereka yang
menyebut dirinya Mahayana. Namun Hinayana tidak ada
lagi di dunia ini. Saat ini, sekte Agama Buddha tergolong
di dalam dua kelompok besar, yaitu Theravada dan Mahayana.
Mahayana merupakan kelompok mereka yang tidak sepenuhnya
mengikuti tradisi para sesepuh.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
 |
|
|