BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Tanya:
Saya sering bermimpi, yang anehnya saya merasa mimpi-mimpi saya sering menjadi kenyataan dalam kehidupan saya. Pertanyaan saya:

  1. apakah mimpi-mimpi tersebut memang adalah kehidupan saya di masa lampau?
  2. jika iya, adakah cara untuk memperjelas mimpi tersebut sehingga saya dapat mengubahnya?

Steve, Jakarta

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

Sebagian mimpi seseorang memang bisa menjadi kenyataaan. Hal ini telah diterangkan dalam Dhamma bahwa penyebab mimpi adalah karena:

  1. Pikiran yang melekat pada pembicaraan yang baru saja dilakukan, misalnya mimpi dikejar hantu setelah sorenya berdiskusi meriah tentang hantu.
  2. Keinginan yang tidak tercapai, misalnya saja mimpi tentang makan makanan yang enak dan berlimpah karena sepanjang sore telah berpuasa, tidak makan makanan kesukaannya.
  3. Kondisi tubuh yang tidak normal, misalnya saja mimpi buang air kecil yang biasanya mendahului prilaku ngompol. Dan,
  4. Hal-hal yang memang bisa terjadi di masa depan, misalnya saja mimpi gigi rontok sebelum suatu musibah datang.

Oleh karena itu, memang sesungguhnya ada 25% kemungkinan suatu mimpi bisa menjadi kenyataan. Dan hal ini bukan karena kehidupan lampau. Orang yang bisa bermimpi sebelum adanya kenyataan adalah orang yang bisa menembus dimensi waktu yang akan datang. Mengetahui sesuatu sebelum terjadi.

Untuk bisa menguatkan kemampuan ini, tentu saja latihan meditasi dengan obyek pernafasan secara rutin akan mengasah dan mempertajam kemampuan ini. Dengan demikian, akan semakin jelas bentuk kejadian yang akan datang sehingga bila kondisi kammanya mendukung, kejadian yang membahagiakan bisa dipercepat datangnya, sebaliknya kejadian buruk bisa diperlambat, ditunda atau bahkan dibatalkan sama sekali, sehingga tidak mendatangkan korban yang tidak perlu.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]