|
Mimpi yang Menjadi
Kenyataan
Tanya:
Saya sering bermimpi, yang anehnya saya merasa
mimpi-mimpi saya sering menjadi kenyataan dalam kehidupan
saya. Pertanyaan saya:
- apakah mimpi-mimpi tersebut memang adalah kehidupan
saya di masa lampau?
- jika iya, adakah cara untuk memperjelas mimpi tersebut
sehingga saya dapat mengubahnya?
Steve, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Sebagian mimpi seseorang memang
bisa menjadi kenyataaan. Hal ini telah diterangkan dalam
Dhamma bahwa penyebab mimpi adalah karena:
- Pikiran yang melekat pada
pembicaraan yang baru saja dilakukan, misalnya mimpi
dikejar hantu setelah sorenya berdiskusi meriah tentang
hantu.
- Keinginan yang tidak tercapai,
misalnya saja mimpi tentang makan makanan yang enak
dan berlimpah karena sepanjang sore telah berpuasa,
tidak makan makanan kesukaannya.
- Kondisi tubuh yang tidak
normal, misalnya saja mimpi buang air kecil yang biasanya
mendahului prilaku ngompol. Dan,
- Hal-hal yang memang bisa
terjadi di masa depan, misalnya saja mimpi gigi rontok
sebelum suatu musibah datang.
Oleh karena itu, memang sesungguhnya
ada 25% kemungkinan suatu mimpi bisa menjadi kenyataan.
Dan hal ini bukan karena kehidupan lampau. Orang yang
bisa bermimpi sebelum adanya kenyataan adalah orang
yang bisa menembus dimensi waktu yang akan datang. Mengetahui
sesuatu sebelum terjadi.
Untuk bisa menguatkan kemampuan
ini, tentu saja latihan meditasi dengan obyek pernafasan
secara rutin akan mengasah dan mempertajam kemampuan
ini. Dengan demikian, akan semakin jelas bentuk kejadian
yang akan datang sehingga bila kondisi kammanya mendukung,
kejadian yang membahagiakan bisa dipercepat datangnya,
sebaliknya kejadian buruk bisa diperlambat, ditunda
atau bahkan dibatalkan sama sekali, sehingga tidak mendatangkan
korban yang tidak perlu.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|