|
Agama Buddha dan
Susuk
Tanya:
Namo Buddhaya,
Dulu sebelum mengenal Agama Buddha, saya pernah memasang
susuk. Sekarang setelah mengenal Agama Buddha saya tahu
bahwa hal itu tidak baik. Bagaimana cara menghilangkannya?
Apa benar kalau tidak dicabut, nanti kalau meninggal
'roh'nya tidak bisa di'terima'?
Darren, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Susuk adalah merupakan benda
asing yang dimasukkan ke dalam tubuh seseorang agar
menambah suatu kekuatan tertentu seperti yang diharapkan.
Memang pemasangan kurang begitu sesuai untuk para umat
dan simpatisan Buddhis. Namun, secara Buddhis, kita
bukan mencabut susuk itu, melainkan melemahkan
kekuatannya sehingga menjadi netral, tidak memiliki
pengaruh lagi. Cara melemahkannya adalah dengan menggunakan
latihan atthasila selama dua atau tiba bulan yang ditujukan
untuk menetralisir kekuatan susuk tersebut dan selama
itu pula, sebaiknya latihan meditasi metta (cinta kasih)
setiap pagi dan
malam sekitar 30 menit sekali duduk. Ada baiknya, selama
masa dua atau tiga bulan menetralisir susuk tersebut
di dampingi oleh orang yang mampu mengenali dan merasakan
bahwa kekuatan susuk itu sudah berkurang dan bahkan
netral kembali.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|