|
Bingung dengan Rasa Tidak Ingin Kalah
Tanya:
Bagaimana cara menghadapi rasa tidak ingin kalah
terhadap orang lain (misalnya, apa yang dapat orang
lakukan, kami juga bisa ) menurut Agama Buddha?
Saya lelah untuk bersaing terus menerus di dalam hidup
ini. Mohon diberi petunjuk. Terima kasih.
Yuli, Sydney, Australia
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Sebenarnya rasa tidak ingin kalah, atau mungkin lebih
baik disebut sebagai rasa tidak ingin menyerah menghadapi
kesulitan adalah merupakan bagian dari Ajaran Dharma
yang luhur. Dalam unsur ke enam dari Jalan Mulia Berunsur
Delapan disebutkan tentang adanya Daya Upaya yang Benar.
Pada unsur ini
disebutkan tentang usaha untuk mencari nilai positif
yang ada dalam diri sendiri agar bisa dikembangkan,
sedangkan nilai positif pada orang lain yang belum dimiliki
hendaknya bisa segera ditiru sehingga diri sendiri dapat
terus dan terus memperbaiki serta menyempurnakan kualitas
perilakunya. Sebaliknya nilai negatif yang ada pada
diri sendiri hendaknya bisa diperbaiki untuk dihilangkan,
sedangkan nilai negatif yang belum muncul hendaknya
dijaga agar tidak berkesempatan muncul dalam diri kita.
Dengan pelaksanaan introspeksi yaitu evaluasi diri dari
sudut positif dan negatif inilah kemajuan akan bisa
diperoleh setiap saat.
Orang yang merasakan kelelahan dalam perjuangan hidup
bisa terjadi karena mungkin ia tidak memahami tentang
tujuan hidupnya sendiri. Oleh karena itu, setelah seseorang
bisa merumuskan tujuan hidupnya dengan baik dan benar,
maka setiap hari akan menjadi sangat bermanfaat. Ia
akan selalu
bersemangat tanpa kenal lelah untuk berjuang agar tujuan
hidup tersebut dapat diwujudkan baik dalam kehidupan
ini, maupun kehidupan yang akan datang.
Sdri. Yuli yang baik, setiap gejala yang dihadapi dalam
hidup ini adalah tantangan. Kita semua seyogyanya dapat
mengatasi tiap tantangan. Caranya, kita harus berupaya
keras merealisasi tujuan, namun tidak melekat terhadap
tujuan itu sendiri. Jadikanlah kegiatan merealisasi
tujuan ini seolah "game" dan kita menjadi
pemain "game" yang ulung karena selalu gembira
di dalam "game" tersebut. Andaikata kita kalah
di dalam "game", kita seyogyanya tidak stress,
karena sifat "game" ada yang positif dan negatif;
dan selalu berubah manakala kita bermain kembali di
dalam "game" tersebut.
Semoga selalu bijaksana di dalam menghadapi setiap
tantangan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|