BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Objek Meditasi Penghindar Jatuh Cinta

Tanya:
Semisalnya ada orang yang bertekad tidak mau terlibat percintaan, meditasi dengan obyek apakah yang cocok baginya ketika dilanda rasa jatuh cinta? Terima kasih.

Hendra, Jakarta

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

Meditasi yang sesuai untuk kondisi ini adalah menggunakan obyek Asubha atau kekotoran. Bahwa sesungguhnya tubuh manusia hanyalah kekotoran, diibaratkan seperti sebuah kantung yang berlubang dua, lubang untuk memasukkan makanan, dan di bagian lain, lubang untuk mengeluarkan sisa makanan. Belum lagi, kekotoran yang muncul dari lubang telinga, mata, mulut dan lain-lainnya.

Selain itu, bisa juga menggunakan obyek meditasi tentang kematian atau Maranasati. Tentang kematian ini bisa merenungkan mulai seseorang meninggal, menjadi mayat, kemudian mulai bengkak, membiru, berulat dan lepas daging-dagingnya, sampai dengan tinggal tengkorak saja.

Dengan menggunakan salah satu dari dua obyek di atas, tentunya akan bisa menyadari bahwa orang yang dicintai tersebut hanyalah timbunan tulang dan daging yang berisikan kekotoran. Dan, apabila ia meninggal, maka pada tubuhnya itu pun tidak ada keindahan apapun yang tersisa.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]