|
Apakah Ada 'Sesuatu'
yang Dengar 'Doa' Kita?
Tanya:
Apakah ada manfaatnya jika saya berdoa di depan
altar saya di rumah dan memohon setiap hari selamat pulang pergi, bisa sukses, semua sanak
saudara keluarga saya sehat-sehat dan aman serta sejahtera? Apakah ada 'sesuatu' yang akan mendengarnya?
Sidorczuk, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
'Berdoa' yang dalam istilah Buddhis lebih tepat dilakukan
dengan membaca paritta akan memberikan beberapa manfaat
yaitu, selama membaca paritta pikiran, ucapan dan perbuatan
akan diarahkan untuk kebajikan sehingga dengan demikian
akan memberikan kondisi karma baik berbuah sesuai dengan
yang diharapkan. Selain itu, dengan membaca paritta
dan bisa mengerti artinya, maka seseorang akan bisa
lebih memiliki pedoman hidup sesuai dengan Dhamma untuk
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, kebahagiaan yang diperoleh dalam hidup
ini lebih disebabkan oleh timbunan kebajikan yang dilakukan
dengan sarana membaca paritta tersebut.
Keberadaan mahluk lain yang biasanya disebut sebagai
dewa atau dewi tidaklah terlalu berpengaruh bila kamma
baik kita memang belum saatnya matang. Kehadiran mahluk
itu hanya berfungsi mempercepat kamma baik yang akan
matang. Juga, hendaknya seorang umat Buddha tidak meminta-minta
kepada para dewa tersebut, melainkan, memperbanyak melakukan
kebajikan sehingga dengan demikian, kebahagiaan sesuai
dengan yang diharapkan akan dapat terwujud.
Saudara yang baik, setiap doa, pengharapan atau ucapan
baik apa pun pasti mengandung manfaat.
Namun tingkat manfaat tersebut akan menurun nilainya
apabila diliputi dengan kemelekatan pikiran akan manfaat
itu. Apabila Saudara berharap sesuatu kebaikan, hendaklah
bertekad dalam batin, kemudian didukung dengan sikap
batin yang positif disertai kebijaksanaan akan hakekat
segala sesuatu (hukum sebab akibat moral), niscaya hasilnya
jauh lebih tinggi dibandingkan yang diharapkan.
Setiap kita mengucapkan doa atau harapan di depan sesuatu,
baik itu altar, patung, gambar atau apa pun (termasuk
batu bata atau batu karang mungkin), apabila di sana
ada mahluk yang diam / hadir di tempat itu, pasti mereka
mendengarnya. Namun, di dalam setiap tekad dan harapan
positif, janganlah berharap ada mahluk yang akan mendengar
dan menolong, karena di sana biasanya timbul kemelekatan
/ pamrih atas harapan kita tersebut.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|