|
Tidak Boleh Jatuh
Cinta?
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya ingin tahu apakah cinta terhadap keluarga dan lawan
jenis termasuk belenggu? Kalau iya, kita tidak boleh
jatuh cinta dong karena akan membentuk suatu belenggu
baru. Mohon dijelaskan. Terima kasih, semoga semua makhluk
berbahagia.
Melly, Jakarta
Jawaban dari Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Sdr. Melly yang baik, cinta terhadap keluarga banyak
tingkatannya, ada cinta tanpa pamrih, ada cinta yang
melekat (walaupun sedikit kadarnya), demikian pula cinta
terhadap pacar, bisa banyak jenis, termasuk ada cinta
yang mengandung nafsu indera. Apabila cinta didasari
kemelekatan semata, maka cinta tersebut biasanya mengandung
resiko penderitaan (halus ataupun kasar), dan cinta
jenis ini yang disebut menjadi belenggu.
Perlu dipahami, bahwa membentuk keluarga, tentu tujuannya
adalah untuk kebahagiaan; oleh karena itu, pupuklah
cinta semurni mungkin sehingga kebahagiaan tersebut
tercapai. Biasanya umat awam, memiliki campur aduk jenis
cinta, sehingga pasti ada gejolak suka dan duka yang
dihadapi dalam berkeluarga. Dengan menyadari ini, maka
setiap gejolak akibat belenggu agar dapat dilalui dengan
penuh pengertian sebagai pelak pelik kehidupan berkeluarga.
Bila telah disadari, maka perlu upaya yang kuat untuk
mengantisipasi ke depannya sehingga kebahagiaan menjadi
lebih banyak lagi, tentu dengan kadar cinta yang semakin
murni. Ini memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak
dapat dilakukan. Perlu waktu, dan upaya serta semangat
yang tinggi serta gigih bagi tiap pasangan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|