|
Cara Meyakini Dhamma
Tanya:
Setahu saya, Agama Buddha menekankan pada keyakinan setiap
pengikutnya. Namun banyak sekali ajaran Dhamma yang
tidak dapat dinalar dengan pikiran umat awam, seperti
adanya kehidupan di luar bumi atau berbagai jenis alam
kehiduapan. Bagaimanakah cara meyakini hal-hal seperti
itu?
Mettacittena,
Irawan F, Bogor
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Ajaran Sang Buddha bertujuan untuk mengatasi stres
yang dihadapi manusia akibat tidak bisa mengendalikan
pikirannya dari ketamakan, kebencian, dan kegelapan
batin. Oleh karena itu, sistematika perubahan perilaku
yang bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan inilah
yang bisa dinalar oleh setiap orang.
Sedangkan, adanya alam-alam kehidupan dan lain sebagainya,
sebenarnya tidak bertujuan langsung untuk mengendalikan
seseorang dari ketamakan, kebencian dan kegelapan batin.
Oleh karena itu, kalau seseorang tidak mampu memiliki
penalaran serta pembuktian tentang adanya hal-hal ini,
tidaklah masalah. Karena, memang bukan unsur yang penting
dalam Ajaran Sang Buddha.
Jadi, sebaiknya, seorang umat Buddha bisa lebih berkonsentrasi
pada perubahan perilaku daripada menjadikan agama Buddha
sebagai ilmu pengetahuan umum yang tidak membawa manfaat
untuk perbaikan kualitas batin.
Irawan yang baik, keyakinan tidak demikian saja muncul
oleh nalar semata. Nalar hanya salah salah satu pengkondisi
meningkatnya keyakinan. Ada hal lain yang lebih banyak
berpengaruh, misalnya bila Saudara mengalami sendiri
akan sesuatu, maka keyakinan Saudara akan keberadaan
sesuatu itu pasti akan meningkat dan tidak mudah digoyahkan.
Keyakinan umat selalu berubah-ubah sesuai dengan kebaikan
yang dipupuknya. Semakin tinggi tingkat kebaikan dan
frekuensi kebaikan yang dipupuknya, maka tingkat keyakinannya
akan meningkat, karena tiap kebaikan selalu ada saddha
di dalamnya. Oleh karena itu, vipaka-nya pun
mengkondisikan peningkatan saddha berikutnya. Proses
induksi saddha pada kusala citta ini dipelajari
di Abhidhamma, dan dialami langsung bila diterapkan
di dalam kehidupan sehari-hari. Selamat mencoba, semoga
berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|