|
Agar Pelaksanaan
Jalan Mulia Berunsur Delapan Tidak Terpaksa
Tanya:
Apakah delapan jalan utama baru bisa dilaksanakan
dengan tidak ada rasa terpaksa setelah kita bisa merasakan
dan mengerti apa yang dikatakan kebijakan intuitif?
Sebab jika tidak tahu itu semuanya akan merasa terpaksa
menjalankannya. Apakah betul demikian?
Mettacittena,
Sim Lien Im, Bandung
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Sebenarnya bukan demikian proses pelaksanaan Jalan
Mulia Berunsur Delapan itu. Pelaksanaannya dimulai dengan
seseorang memiliki Lokiya Pannya atau kebijaksanaan
duniawi, yaitu mengerti secara teoritis tentang Ajaran
Sang Buddha. Dalam hal ini bisa dimasukkan ke dalam
butir pertama dan kedua Jalan Mulia Berunsur Delapan
yaitu Pengertian Benar dan Pikiran Benar.
Setelah seseorang mengerti teori Dhamma di atas, maka
ia akan berusaha melaksanakan butir-butir yang lain,
yang bisa digolongkan sebagai pelaksanaan Sila dan Samadhi.
Hasil dari pelaksanaan Sila dan Samadhi yang tekun adalah
Lokuttara Pannya, yaitu kebijaksanan luhur atau tercapainya
kesucian yaitu Nibbana dengan bisa membuktikan kebenaran
butir pertama dan kedua yang semula masih teori tersebut,
yaitu Pengertian Benar dan Pikiran Benar.
Saudari Sim Lien Im yang baik, terlebih dulu saya mengoreksi
kata-kata Saudari "delapan jalan utama"
seharusnya adalah "jalan mulia berunsur delapan"
karena jalannya hanya satu bukan delapan. Jalan mulia
berunsur delapan ada dua sisi, yaitu sisi lokuttara
dan sisi lokiya. Sisi lokuttara adalah
sisi mengatasi duniawi, artinya muncul SEMUA secara
berbarengan hanya pada mahluk suci minimal Sotapana.
Sisi lokiya, adalah sisi duniawi, yang muncul
pada mahluk awam seperti kita semua. Di dalam proses
batin mahluk awam, paling banyak muncul secara berbarengan
6 unsur dari 8 unsur, karena unsur yang disebut virati
tiga (ucapan benar, perbuatan benar, dan penghidupan
benar) tidak pernah muncul berbareng di dalam induksi
faktor batin (cetasika) yang berkombinasi di
dalam citta umat awam.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|