BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Makan Daging Dukung Penjagalan?

Tanya:

Apakah dengan memakan daging itu kita secara tidak langsung ikut mendukung mata pencaharian yang tidak sesuai dengan Dhamma seperti penjagalan, peternakan, dan nelayan?

Goenawan Harianto, Jombang

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,

Selama Anda makan daging dari hasil pembelian bangkai di pasar, bukan karena pesanan Anda, maka sesungguhnya Anda tidak termasuk mendukung mata pencahariaan yang salah tersebut. Hal ini karena jumlah penduduk dunia selalu bertambah setiap saat, sehingga setiap saat juga selalu bertambah orang yang memakan daging. Dengan berkurangnya satu orang tidak makan daging, bukan berarti mata pencaharian yang tidak sesuai Dhamma itu akan berhenti. Buktinya, di Indonesia dengan penduduk yang 90% tidak makan daging babi, daging babi masih dengan mudah dapat diketemukan di pasar manapun juga.

Sdr. Goenawan yang baik, istilah dukung-mendukung seperti dukung mendukung partai saja ya. Makan daging tidak seperti itu memandangnya. Bila ada daging yang sudah teronggok dan dijual, kita boleh untuk membelinya kalau kita memang makan daging. Tapi bila kita MEMINTA untuk disediakan daging, maka itulah yang menyebabkan terjadinya pembunuhan-pembunuhan.

Bila memandang dari sisi adanya mahluk yang mati, maka pertanian sayur mayur juga mengandung unsur matinya mahluk karena cacing dicangkul, hama disemprot, dan sebagainya. Adanya kematian mahluk dalam proses di atas tidak ada hubungannya dengan dukung-mendukung pembunuhan. Cobalah telaah pikiran orang-orang itu direfleksikan ke dalam pikiranmu, apakah saat kamu beli daging ada pikiran mendukung pembunuhan? Saya yakin kamu tidak sampai muncul pikiran buruk seperti itu lho.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]