BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
[an error occurred while processing this directive]

 

Garis Tangan Bisa Diubah?

Tanya:

Saya diramal bahwa akan menikah dua kali. Terdapat dua garis di tangan saya dibagian garis tangan yang menunjukkan pernikahan. Bisakah garis tangan saya diubah? Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih ya.

Lusiana Tjandi, North Adams, Amerika Serikat

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,

Garis tangan memiliki makna memang sudah menjadi kepercayaan sejak lama di berbagai bangsa dan negara. Namun, ramalan garis tangan maupun bentuk yang lain sesungguhnya adalah mirip dengan ramalan cuaca yang bisa disaksikan di televisi pada waktu-waktu tertentu. Artinya, ramalan cuaca tidak harus benar, namun juga bukan berarti pasti salah. Kebenarannya sekitar 50% karena masih banyak hal yang bisa mengubahnya, misalnya saja badai ataupun letusan gunung berapi misalnya.

Demikian pula dengan ramalan nasib, sesungguhnya juga bisa diubah yaitu dengan tekad kita sendiri. Kalaupun garis tangan menunjukkan akan menikah dua kali namun dalam hidup ini kita bertekad dengan kuat untuk hanya menikah sekali, maka tentu saja tekad kita itulah yang akan terjadi. Namun, kalau kemudian kita mencari kondisi agar ramalan itu benar, maka walaupun masih cocok dengan pasangan hidup yang sekarang, bisa saja seseorang mencari pasangan hidup lainnya agar ramalan garis tangannya terwujud. Selain tekad, kadang ada juga yang menggunakan cara menunda perkawinan sehingga sampai usia yang cukup dewasa, misalnya di sekitar 25 s.d. 30 tahun sehingga pernikahan bukan hanya karena emosi saja, melainkan lebih cenderung karena pertimbangan rasional.

Sdri. Lusiana yang baik, masa depan seseorang tidak ditentukan oleh garis tangan, tetapi banyak ditentukan oleh kombinasi tindakannya di masa lalu dan saat ini.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]