|
Kiat Mengkritik Orangtua
Tanpa Kamma Buruk
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apakah mengkritik orangtua karena mereka bersalah (tidak
mempunyai pandangan positif) merupakan kamma buruk?
Terima kasih.
Sani Tan, Jakarta Barat
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Orangtua bukanlah sosok manusia
yang tidak akan pernah melakukan kesalahan dalam hidup
ini. Orangtua masih bisa bersalah dalam bertindak, berbicara
dan juga berpikir. Sebagai anak, tentu saja dapat memberikan
masukan yang benar apabila orangtua dianggap memiliki
kekeliruan. Namun, CARA memberikan masukan itulah yang
sangat penting. Sebagai anak bukan bersifat menyalahkan
orangtua, melainkan mengingkatkan bahwa sikap atau pandangan
orangtua seperti itu tidak benar.
Kalau orangtua tidak bisa menerima
saran dan masukan anak, maka anak bisa menggunakan pihak
ketiga yang mungkin sarannya dapat didengar dan diperhatikan
orangtua untuk membantu mengingatkan orangtua.
Dengan demikian, anak tidak menyinggung
perasaan orangtua karena tidak berkesan menggurui, dan
juga orangtua bisa memiliki pandangan yang benar sehingga
akan membahagiakan semua fihak. Akhirnya kebahagiaan
bersama diperoleh tanpa anak melakukan karma buruk sedikitpun
kepada orangtua.
Sdr. Sani Tan yang baik, mengkritik orangtua perlu
menggunakan teknik khusus yang tetap memperhatikan norma
sopan santun anak terhadap orangtua, dengan contoh yang
tepat dan membangkitkan perenungan atau kebijaksanaan
orangtua kita tersebut, serta jalan keluar sebagai ganti
yang kita kritik tersebut. Niscaya kritik semacam ini
akan lebih banyak manfaatnya dibandingkan kritik "saja".
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|