|
Samanera dan Ijin Orangtua
Tanya:
Namo Buddhaya,
Jika seseorang ingin menjadi seorang samanera tetapi
tidak mendapat ijin dari orang tuanya, apakah termasuk
kamma buruk bila ia tetap menjadi samanera? Padahal ia
telah berjanji pada orangtuanya untuk mentaati janjinya
untuk tidak menjadi samanera.
Jaini, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Untuk menjadi samanera memang
sejak jaman Sang Buddha sudah ditentukan harus mendapatkan
ijin dari orangtua atau wali. Oleh karena itu, bila
menjadi samanera tanpa ijin orangtua, hal ini jelas
sudah bertentangan dengan peraturan Sang Buddha sendiri.
Selain itu, karena sudah berjanji kepada orangtua untuk
tidak jadi samanera dan dilanggar, maka hal ini juga
merupakan kesalahan yang lain. Dengan demikian, menjadi
samanera tanpa ijin ini sesungguhnya adalah karma buruk.
Oleh karena itu, sebaiknya sebelum
menjadi samanera hendaknya bisa memberikan pengertian
kepada orangtua sehingga mereka dapat memberikan ijin.
Namun, kalau ijin belum diperoleh, bersabarlah dan terus
memberikan pengertian kepada mereka lewat orang lain,
misalnya. Namun, kalau memang akhirnya tetap tidak bisa
menjadi samanera, maka sadarilah bahwa peningkatan kualitas
batin tidak harus menjadi samanera. Kualitas batin bisa
diperbaiki dengan mengembangkan kerelaan, kemoralan
dan konsentrasi yang bisa juga dilakukan sebagai seorang
perumah tangga biasa.
Sdr. Jaini yang baik, bila ia sudah berjanji untuk
tidak menjadi samanera tetapi ia sengaja menjadi samanera
maka ia telah melakukan pelanggaran moral tentang kebohongan.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|