|
Mencintai Bhiksu/Bhikkhu, Boleh?
Tanya:
Saya mau tanya, apa boleh kalau kita mencintai seorang
bhiksu/bhikkhu atau sebaliknya? Sedangkan saya sangat
mencintainya. Apakah hal tersebut salah?
Vivian, Surabaya
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Seorang umat wanita mencintai
seorang bhiksu tentu saja tidak masalah. Hal ini adalah
kewajaran dan merupakan hak asasi, karena masih sama-sama
manusianya. Yang penting di sini adalah bahwa sebagai
seorang bhiksu hendaknya dia tidak menanggapi percintaan
umat wanitanya. Kalau memang akan menanggapi, lebih
baik dia melepaskan diri dari kehidupannya sebagai bhiksu
dan menjadi umat biasa untuk berumah tangga dengan wanita
tersebut.
Juga, kalau memang seorang bhiksu
hendak mengembangkan rasa cinta kepada seorang wanita
tertentu, maka sebaiknya dia meninggalkan kehidupan
sebagai bhiksu karena pikirannya sudah tidak sesuai
lagi dengan tujuan awal menjadi seorang bhiksu untuk
meninggalkan keluarga dan keduniawian.
Jadi, percintaan itu tidak salah
karena itu adalah kewajaran hubungan antara pria dan
wanita. Kesalahan bisa terjadi kalau percintaan itu
masih melibatkan kehidupan pria tersebut sebagai seorang
bhiksu. Kalau dia telah melepaskan kehidupan sebagai
bhiksu dan menjadi umat pria biasa, maka percintaan
bisa dilanjutkan tanpa ada kesalahan dari pihak manapun
juga.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|