|
Jika Pandita Melanggar Sila
Tanya:
Bagaimana Jika seorang upasaka / upasika ataupun seorang
pandita jika pada suatu saat mereka melanggar dari salah
satu sila, apa pengaruhnya? Turunkah jabatan mereka?
Eddy Widya Putra, Perawang
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Menjadi upasaka / upasika maupun
pandita bukanlah otomatis menjadi orang yang tidak pernah
lagi melanggar sila. Namun, dengan menjadi upasaka /
upasika maupun pandita seseorang akan lebih hati-hati
dalam kelakuannya dan berusaha tidak melanggar sila
dibandingkan dengan sebagian besar umat awam lainnya.
Kalaupun melanggar sila, maka
sesungguhnya tidak ada pengaruhnya untuk jabatan mereka,
namun, tentu saja buah kamma buruk akan terus mengikutinya
secara otomatis. Hanya saja, karena upasaka / upasika
maupun pandita ini semacam pembeda dengan umat awam
biasa, maka hal ini akan membuat mereka akan lebih mudah
teringat akan tanggung jawabnya dan langsung memperbaiki
kekurangannya.
Berbeda dengan umat awam biasa,
mungkin karena status yang tidak jelas, melanggar sila
pun ada sebagian yang
menggunakan alasan, 'kan memang saya belum upasaka /
upasika atau pandita'.
Memang, sebaiknya seorang umat
Buddha tetap menjaga silanya walaupun tidak harus menjadi
upasaka / upasika maupun pandita
terlebih dahulu, karena kesadaran dari dalam diri ini
jauh lebih penting daripada dorongan melakukan sila
hanya karena jabatan sebagai upasaka / upasika maupun
pandita.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|