|
Mengingatkan Anggota Sangha
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya ingin bertanya, salahkah saya sebagai umat mengingatkan
seorang anggota Sangha yang berbuat suatu kesalahan?
Apakah dibenarkan oleh Dhamma? Saya agak kecewa dengan
kondisi Sangha yang ada, baik yang saya lihat di Indonesia
maupun di sini (Amerika).
Jaya, New York, Amerika
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Sejak jaman Sang Buddha, umat
memang mempunyai hak untuk mengingatkan anggota Sangha,
karena sebagian besar anggota Sangha adalah orang yang
masih berlatih untuk mencapai kesucian. Oleh karena
itu, tentu masih banyak di antara anggota Sangha yang
mempunyai kekurangan. Hak umat untuk mengingatkan anggota
Sangha ini hendaknya bisa dipergunakan dengan cara yang
benar, artinya dengan baik dan tutur kata yang sopan.
Tentu saja, cara yang sopan ini tidak hanya perlu dipergunakan
untuk mengingatkan anggota Sangha saja, melainkan juga
berguna untuk mengingatkan salah satu anggota masyarakat
kita yang mungkin perilakunya kurang sesuai untuknya.
Sedangkan memiliki kekecewaan
dengan Sangha sebagai lembaga tentunya kurang tepat
apabila kekecewaan itu disebabkan oleh kekurangan salah
satu atau sebagian anggota Sangha, namun tentunya bukan
Sangha sebagai lembaga. Karena berbicara tentang Sangha
sebagai lembaga adalah merupakan warisan Sang Buddha
yang tidak akan pernah mengecewakan, sedangkan kesalahan
yang dilakukan oleh anggota Sangha adalah murni karena
kegelapan batinnya. Jadi, ibarat membeli mangga satu
kilo, janganlah kecewa karena ada sebagian yang masam
atau busuk.
Untuk itu, kalau memang ada anggota
Sangha yang mengecewakan, cobalah untuk menjadi salah
satu diantara mereka agar bisa memperbaiki kondisinya.
Jangan seperti penonton sepak bola di televisi yang
pandai mengulas kekurangan pemain sepak bola yang ditontonnya,
namun begitu ia terjun ke lapangan sendiri, permainannya
malah lebih buruk daripada pemain sepak bola yang dikritik
tadi.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|