|
Agama Buddha dan Jimat
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apakah umat Buddha boleh memiliki jimat? Apakah ada
pengertian jimat dalam Agama Buddha? Terima Kasih.
Rudi, Jogjakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Dalam konsep Buddhis, apabila
seseorang ingin mempunyai kekuatan tertentu maupun keselamatan
dan kebahagiaan hidup, ia dapat mencapainya dengan menambah
kebajikan melalui tindakan, ucapan maupun pikirannya,
termasuk pula melatih meditasi. Semakin banyak kebajikan
yang dilakukannya, makin banyak pula kondisi untuk mendapatkan
kebahagiaan pula kehidupannya.
Namun, kadang seseorang ingin
menggunakan jalan pintas untuk mendapatkan kekuatan
dan juga keselamatan yaitu dengan mempergunakan kekuatan
jimat yang merupakan kekuatan dari luar dirinya. Hal
ini tentu saja akan menyebabkan ketergantungan. Ia akan
gelisah apabila jimatnya ketinggalan, sebaliknya, ia
menjadi mantap karena membawa jimat.
Padahal, kalau kekuatan dan keselamatan
itu diperoleh dari perilaku diri sendiri, maka seseorang
akan selalu mantap kemanapun juga karena mempunyai perbuatan
yang terpuji, dan perbuatannya sendiri itulah yang akan
selalu menjadi 'juru selamat' untuk dirinya sendiri.
Oleh karena itu, jimat dapat
diartikan sebagai benda atau apapun bentuknya yang dipergunakan
untuk menambah kepercayaan diri dan mengkondisikan keselamatan
serta kebahagiaan yang tentunya kurang begitu sesuai
dipergunakan oleh seorang umat Buddha karena dapat menimbulkan
ketergantungan.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|