BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
Click Here!

 

Status Tumbuhan dan Latihan Tidak Membunuh

Tanya:

Setahu saya, umat Buddha tidak boleh makan makanan yang berasal dari mahluk hidup / bernyawa. Apakah tumbuhan termasuk mahluk yang bernyawa? Karena secara ilmiah, tumbuhan termasuk mahluk hidup. Bila ya, bagaimana seharusnya umat Buddha bersikap?

Suanliono, Stuttgart, Jerman.

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

Umat Buddha dalam kehidupan sehari-harinya hendaknya melaksanakan Pancasila Buddhis atau lima latihan kemoralan, yaitu latihan untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berjinah, tidak berbohong dan tidak mabuk-mabukan.

Setiap latihan kemoralan itu memiliki berbagai persyaratan, misalnya saja latihan pertama yaitu tidak melakukan pembunuhan. Latihan ini memiliki lima syarat yang harus dipenuhi semuanya sehingga pelanggaran sila ini dapat terjadi. Kelima syarat tersebut adalah:

  1. Mengetahui adanya mahluk hidup.
  2. Mengetahui bahwa mahluk itu masih hidup.
  3. Terdapat niat untuk melakukan pembunuhan.
  4. Pembunuhan dilaksanakan, baik secara langsung ataupun menyuruh pihak lain untuk melakukannya.
  5. Hasilnya adalah mahluk itu mati.

Dengan kelima syarat itu, maka seorang umat Buddha tidak harus melakukan vegetarian atau tidak makan daging sejauh ia tidak berniat melakukan pembunuhan itu sendiri. Jadi, dengan membeli daging di pasar, ia dapat memasak dan memakan daging itu tanpa harus merasa bersalah karena di beli ataupun tidak, mahluk itu telah dibunuh.

Ada anggapan bahwa dengan kita tidak makan daging hasil pembunuhan di pasar, pembunuhan akan berkurang. Anggapan ini hanya tepat bila penduduk dunia tetap jumlahnya. Namun, karena penduduk dunia selalu berkembang, maka anggapan ini menjadi tidak sesuai lagi. Contohnya, di Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama yang tidak memperkenankan memakan daging babi, ternyata dengan mudah masih bisa diketemukan daging babi di pasar. Padahal jumlah orang yang menghindarinya lebih dari 150 juta orang. Dengan demikian, jelas sudah bahwa pandangan tentang tidak makan daging akan mengurangi pembunuhan adalah tidak tepat. Karena itu, memang tidak ada keharusan seorang umat Buddha untuk pantang memakan daging.

Tumbuhan dalam konsep Buddhis bukanlah mahluk hidup melainkan benda hidup. Artinya, tumbuhan memang hidup dari makanan dan pengaruh suhu udara seperti halnya mahluk hidup, namun tumbuhan tidak memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang dimiliki oleh mahluk hidup. Karena tidak memiliki niat, tumbuhan tidak melakukan kamma sehingga tumbuhan tidak terlibat dalam kelahiran kembali.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]