|
Status Tumbuhan dan
Latihan Tidak Membunuh
Tanya:
Setahu saya, umat Buddha tidak boleh makan makanan
yang berasal dari mahluk hidup / bernyawa. Apakah tumbuhan
termasuk mahluk yang bernyawa? Karena secara ilmiah,
tumbuhan termasuk mahluk hidup. Bila ya, bagaimana seharusnya
umat Buddha bersikap?
Suanliono, Stuttgart, Jerman.
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Umat Buddha dalam kehidupan
sehari-harinya hendaknya melaksanakan Pancasila Buddhis
atau lima latihan kemoralan, yaitu latihan untuk tidak
membunuh, tidak mencuri, tidak berjinah, tidak berbohong
dan tidak mabuk-mabukan.
Setiap latihan kemoralan itu
memiliki berbagai persyaratan, misalnya saja latihan
pertama yaitu tidak melakukan pembunuhan. Latihan ini
memiliki lima syarat yang harus dipenuhi semuanya sehingga
pelanggaran sila ini dapat terjadi. Kelima syarat tersebut
adalah:
- Mengetahui adanya mahluk hidup.
- Mengetahui bahwa mahluk itu masih hidup.
- Terdapat niat untuk melakukan pembunuhan.
- Pembunuhan dilaksanakan, baik secara langsung ataupun
menyuruh pihak lain untuk melakukannya.
- Hasilnya adalah mahluk itu mati.
Dengan kelima syarat itu, maka
seorang umat Buddha tidak harus melakukan vegetarian
atau tidak makan daging sejauh ia tidak berniat melakukan
pembunuhan itu sendiri. Jadi, dengan membeli daging
di pasar, ia dapat memasak dan memakan daging itu tanpa
harus merasa bersalah karena di beli ataupun tidak,
mahluk itu telah dibunuh.
Ada anggapan bahwa dengan kita
tidak makan daging hasil pembunuhan di pasar, pembunuhan
akan berkurang. Anggapan ini hanya tepat bila penduduk
dunia tetap jumlahnya. Namun, karena penduduk dunia
selalu berkembang, maka anggapan ini menjadi tidak sesuai
lagi. Contohnya, di Indonesia yang sebagian besar penduduknya
memeluk agama yang tidak memperkenankan memakan daging
babi, ternyata dengan mudah masih bisa diketemukan daging
babi di pasar. Padahal jumlah orang yang menghindarinya
lebih dari 150 juta orang. Dengan demikian, jelas sudah
bahwa pandangan tentang tidak makan daging akan mengurangi
pembunuhan adalah tidak tepat. Karena itu, memang tidak
ada keharusan seorang umat Buddha untuk pantang memakan
daging.
Tumbuhan dalam konsep Buddhis
bukanlah mahluk hidup melainkan benda hidup. Artinya,
tumbuhan memang hidup dari makanan dan pengaruh suhu
udara seperti halnya mahluk hidup, namun tumbuhan tidak
memiliki niat untuk melakukan sesuatu yang dimiliki
oleh mahluk hidup. Karena tidak memiliki niat, tumbuhan
tidak melakukan kamma sehingga tumbuhan tidak terlibat
dalam kelahiran kembali.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|