|
Agama Buddha dan
Akhir Alam Semesta
Tanya:
Saya ingin bertanya. Menurut Sang Buddha kita tidak
dapat menentukan awal dan akhir dari alam semesta. Jadi,
bila sesuatu tidak dapat ditentukan awal dan akhirnya
berarti ada kemungkinan alam semesta itu ada awalnya.
Bukankah mahluk itu terus bertumimbal lahir? Berarti
jumlah mahluk di seluruh alam semesta sekarang ini adalah
sama banyak dengan jumlah makhluk yang pertama kali
ada (dikurangi dengan yang telah mencapai Arahat). Bila
pada setiap jaman Sammasambuddha selalu ada manusia
yang mencapai Nibbana, bukankah pada suatu saat nanti
cepat atau lambat semua mahluk akan mencapai Nibbana
juga. Bukankah itu berarti akhir dari kehidupan seluruh
makhluk? Jadi, walaupun kita tidak dapat menentukan
kapan itu terjadi, tapi itu membuktikan ada akhir dari
alam semesta ini. Tapi bila dikatakan alam semesta tidak
mempunyai akhir, berarti alam semesta ini kekal dong,
padahal segala sesuatu yang "ada" itu kan
tidak kekal?
Gani Darmadi, Jakarta Barat
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Dalam Dhamma dikatakan bahwa
awal dan akhir semesta ini tidak terceritakan, artinya,
kalaupun diceritakan tidak akan membawa menuju kesucian
seseorang. Karena dalam mempelajari dan melaksanakan
Dhamma, seseorang diarahkan hanya untuk mengurangi ketamakan,
kebencian dan kegelapan batin. Lalu apabila satu persatu
mahluk mencapai kesucian, apakah mahluk di alam semesta
ini akan punah....itu juga dijawab dalam Dhamma: "Tidak
terpikirkan" dan memang tidak berguna untuk dipikirkan....apakah
kita ingin menjadi mahluk terakhir yang mencapai kesucian
untuk menyaksikan punahnya isi seluruh semesta ini?
Tidak juga kan? Oleh karena itu, dalam Dhamma banyak
menghindari hal-hal yang bersifat spekulasi semacam
ini, yang sering disebut membawa seseorang tersesat
ke 'rimba pendapat' yang sama-sama tidak mengetahui
kebenarannya.
Dhamma lebih bersifat praktis.
Apakah yang bisa kita kerjakan saat ini untuk mengurangi
ketamakan, kebencian dan kegelapan batin? Mampukah kita
melaksanakan hal itu tanpa mengetahui awal mula dan
akhir kehidupan? Mampu! Karena kesucian tidak ditentukan
oleh awal dan akhir kehidupan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|