|
'Sisa' Dana Makanan
ke Bhikkhu Boleh Dimakan?
Tanya:
Namo Buddhaya,
Jika kita berdana makanan kepada bhikkhu dan setelah
bhikkhu selesai makan, boleh atau tidak sisa makanan
tadi kita makan atau danakan
ke orang lain lagi? Kesannya seperti "tukaran"
makanan yang kita danakan ya... Tolong dijelaskan, terima
kasih.
Santi, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,
Berdana makan kepada seorang
bhikkhu, sebenarnya adalah menyisihkan makanan yang
dimiliki. Dengan demikian, umat biasanya memasak atau
membeli masakan untuk didanakan kepada para bhikkhu.
Setelah para bhikkhu selesai makan, biasanya semua umat
yang ada di vihara akan makan bersama. Hal ini tidak
masalah, dan bukan dianggap sebagai 'tukar' makanan.
Malahan, beberapa bhikkhu menganggap
karena dana makan yang telah dipersembahkan kepada mereka
adalah milik mereka, jadi mengajak umat makan bersama
tersebut dapat pula dianggap sebagai kesempatan untuk
para bhikkhu berdana pula. Sedangkan, membawa kembali
makanan yang masih tersisa biasanya tidak dikerjakan
oleh para umat yang telah menyadari makna berdana yaitu
kerelaan atau pelepasan.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|