BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Agama Buddha dan Teori Alam Semesta

Tanya:
Namo Budhaya,

Saya ingin bertanya. Menurut Stephen Hawkings, seorang fisikawan, sebelum terjadi Big Bang, alam semesta ini berukuran sebesar biji kacang. Saya rasa itu sesuai dengan yang diajarkan Sang Buddha bahwa alam semesta ini menyusut dan berkembang, terus berulang. Bila memang demikian, berarti di luar alam semesta ini ada ruang atau space yang menaungi alam semesta kita ini. Bagaimana Agama Buddha memandang hal tersebut?

Gani Darmadi, Jakarta Barat

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):

Namo Buddhaya,

Sesungguhnya kita hendaknya bisa mengerti bahwa Agama Buddha tidak sama dengan ilmu pengetahuan. Sang Buddha apabila memberikan penjelasan atas sesuatu hal, Beliau selalu bertujuan untuk mengurangi ketamakan, kebencian dan kegelapan batin. Hal-hal yang di luar itu, biasanya hanya diterangkan dalam saat-saat tertentu pada para Bhikkhu yang telah mencapai kemampuan tertentu pula.

Mengenai teori semesta di atas, memang baik dan logis, hanya saja, tampaknya tidak berhubungan dengan pencapaian tujuan akhir seorang umat Buddha yaitu Nibbana. Oleh karena itu, kiranya pandangan akan hal itu tidak dijumpai dalam beberapa Sutta Sang Buddha yang telah dikenal. Secara lebih lengkap tentang pandangan Sang Buddha mengenai hal ini Anda bisa melihat pada Samaggi Phala, http://samaggi-phala.or.id/naskah/ketuhanan02.shtml.

Pada waktu salah satu murid Sang Buddha menanyakan tentang hal tersebut lebih lanjut, maka Sang Buddha tidak menjawab karena menurut Beliau meskipun kita mengetahui tentang semuanya itu tidak bermanfaat menuju jalan kesucian, sedangkan tujuan kita mengikuti Ajaran Nya adalah untuk mencapai Nibbana yang merupakan tingkat kesucian yang tertinggi, sehingga kita bisa terlepas dari lingkaran tumimbal lahir.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]