|
Menghormat Kepada Relik,
Kamma Baik?
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya pernah mendengar bahwa jika kita ingin mempersembahkan
dana makanan pada seorang Buddha, kita cukup memberikan
persembahan tersebut kepada relik Sang Buddha pada hari
Uposatha. Katanya, kamma baik yang terjadi adalah sama.
Apakah hal ini benar?
Antonius, Medan
Jawaban dari Y.M.
Uttamo Thera dan Selamat Rodjali:
Namo Buddhaya,
Dalam pengertian umum, relik
adalah merupakan peninggalan yang dapat berupa sisa
jasmani seseorang yang dianggap telah mencapai kesucian.
Salah satu contohnya adalah relik Sang Buddha maupun
para arahatta lainnya. Seseorang yang memberikan penghormatan
kepada relik sesungguhnya ia telah melakukan kebajikan
dengan ucapan, perbuatan serta pikirannya. Penghormatan
ini adalah kamma baik. Namun, sepengetahuan saya, belum
pernah saya menemukan pengertian bahwa mempersembahkan
dana makanan kepada relik mempunyai karma baik yang
sama dengan mempersembahkannya kepada Sang Buddha. Justru,
apabila membaca riwayat hidup Sang Buddha, maka dapatlah
diketahui bahwa Sang Buddha lebih menghargai mereka
yang melaksanakan Dhamma daripada hanya melakukan berbagai
upacara penghormatan saja. Oleh karena itu, keberadaan
relik hendaknya dapat dipergunakan sebagai pendorong
semangat seorang umat Buddha agar mencapai kesucian
daripada sekedar mempergunakannya sebagai obyek penghormatan
belaka.
Sdr. Antonius yang baik,
Relik hanyalah kristal, benda mati. Prinsip berdana
adalah pada sebelum, saat, dan setelah melaksanakan
perbuatan itu batin kita terbebas dari keserakahan /
keterikatan. Inilah prinsip berdana. Buddha Gotama telah
parinibbana, namun ajaran Beliau untuk berdana dapat
kita praktikkan terhadap siapa pun (semua mahluk) yang
membutuhkan dana, dan janganlah melekat terhadap relik
yang di-pra-anggap sebagai relik Buddha.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|