BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 
[]

Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

[]    
[]
Click Here!

 

Menghormat Kepada Relik, Kamma Baik?

Tanya:

Namo Buddhaya,
Saya pernah mendengar bahwa jika kita ingin mempersembahkan dana makanan pada seorang Buddha, kita cukup memberikan persembahan tersebut kepada relik Sang Buddha pada hari Uposatha. Katanya, kamma baik yang terjadi adalah sama. Apakah hal ini benar?

Antonius, Medan

 

Jawaban dari Y.M. Uttamo Thera dan Selamat Rodjali:
Namo Buddhaya,

Dalam pengertian umum, relik adalah merupakan peninggalan yang dapat berupa sisa jasmani seseorang yang dianggap telah mencapai kesucian. Salah satu contohnya adalah relik Sang Buddha maupun para arahatta lainnya. Seseorang yang memberikan penghormatan kepada relik sesungguhnya ia telah melakukan kebajikan dengan ucapan, perbuatan serta pikirannya. Penghormatan ini adalah kamma baik. Namun, sepengetahuan saya, belum pernah saya menemukan pengertian bahwa mempersembahkan dana makanan kepada relik mempunyai karma baik yang sama dengan mempersembahkannya kepada Sang Buddha. Justru, apabila membaca riwayat hidup Sang Buddha, maka dapatlah diketahui bahwa Sang Buddha lebih menghargai mereka yang melaksanakan Dhamma daripada hanya melakukan berbagai upacara penghormatan saja. Oleh karena itu, keberadaan relik hendaknya dapat dipergunakan sebagai pendorong semangat seorang umat Buddha agar mencapai kesucian daripada sekedar mempergunakannya sebagai obyek penghormatan belaka.

Sdr. Antonius yang baik,
Relik hanyalah kristal, benda mati. Prinsip berdana adalah pada sebelum, saat, dan setelah melaksanakan perbuatan itu batin kita terbebas dari keserakahan / keterikatan. Inilah prinsip berdana. Buddha Gotama telah parinibbana, namun ajaran Beliau untuk berdana dapat kita praktikkan terhadap siapa pun (semua mahluk) yang membutuhkan dana, dan janganlah melekat terhadap relik yang di-pra-anggap sebagai relik Buddha.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Semoga bermanfaat.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]