|
Umat Buddha dan Setan
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya mau tanya. Sebagai umat Buddha, apakah kita harus
takut akan setan atau sejenisnya? Saya sering merasa
takut akan hal itu. Apa yang harus saya lakukan?
Ricki Chandra, Malang.
Jawaban dari Y.M.
Uttamo Thera, Selamat Rodjali, dan Silakumaro
Tonny Coason:
Namo Buddhaya,
Adalah hal yang sangat wajar
apabila seseorang takut akan setan atau sejenisnya.
Padahal, dalam kenyataannya sebagian besar orang yang
takut setan adalah orang yang justru belum pernah menyaksikan
atau bertemu sendiri dengan setan. Ketakutan ini lebih
banyak dipicu oleh cerita mulut ke mulut ataupun berbagai
tayangan film maupun TV mengenai setan yang menyeramkan.
Dalam pengertian Dhamma, setan
adalah termasuk salah satu dari sekian banyak jenis
mahluk menderita. Oleh karena itu, seorang umat Buddha
hendaknya tidak perlu takut akan setan, melainkan justru
perlu menumbuhkan rasa kasihan kepada mereka.
Rasa kasihan ini dapat diungkapkan
dengan sering mengucap dalam batin kalimat: SEMOGA SEMUA
MAHLUK BERBAHAGIA. Dengan kalimat ini, seorang umat
Buddha akan selalu berusaha untuk tidak memusuhi maupun
takut setan, melainkan justru mengembangkan pikiran
cinta kasih kepada mereka. Pikiran cinta kasih ini akan
memberikan kebahagiaan kepada mereka. Kebahagiaan mereka
adalah merupakan kondisi karma baik untuk mereka pula.
Semakin banyak mereka dikondisikan untuk merasa bahagia,
semakin banyak pula kamma baik yang telah mereka lakukan
melalui pikiran. Apabila kamma baiknya telah cukup,
mereka akan meninggal dari alam setan dan akan dapat
terlahir di alam bahagia.
Dengan demikian, jangan takut
setan, namun bantulah mereka agar mereka dapat terlahir
kembali di alam yang lebih baik.
Sdr. Ricky yang baik, kita tidak perlu takut terhadap
setan. Mereka merupakan mahluk yang menderita. Sudah
sewajarnya kita berbelas kasihan kepada mereka. Caranya,
bisa dengan memberikan sesajian, atau menyampaikan inspirasi
kebaikan (istilah umum dari "pelimpahan jasa"),
bisa juga dengan memberikan nasehat Dhamma, membacakan
paritta atau ajaran, mengajaknya merenungkan Dhamma,
dan sebagainya.
Setan, manusia, binatang, dewa,
maupun brahma, semua itu makhluk hidup yang berdampingan.
Setan bisa berada di mana saja, termasuk rumah kita.
Sama seperti halnya kita hidup / tinggal serumah dengan
adik, kakak, ayah ibu, tetangga, juga bahkan tinggal
dengan anjing piaraan, burung, dan lain-lain; demikian
pula kita tinggal di lingkungan yang mungkin juga ada
setannya.
Sang Buddha mengajarkan kepada
kita bahwa setan itu juga makhluk hidup seperti kita,
hanya saja mereka sedang menerima buah kamma buruknya
untuk lahir sebagai setan. Kita diajarkan untuk membagi
cinta kasih kepada semua makhluk, termasuk setan di
sekitar kita. Kalau kita sering membagi cinta kasih,
para setan itupun akan senang tinggal bersama kita dan
dia tidak akan mengganggu kita, atau bahkan mungkin
saja dia akan membantu kita, menjaga kita, karena kita
selalu baik kepadanya. Jadi, mengapa harus takut?
Berikanlah cinta kasih melalui
meditasi, atau bacalah paritta dengan baik. Bagilah
jasa kebajikan Anda, tidak saja kepada leluhur Anda,
tetapi juga kepada semua makhluk di sekitar Anda.
Semoga bermanfaat.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|