|
Melihat Raga Sebelum Meninggal
Tanya:
Jika 'roh' seseorang dapat melihat raganya sendiri
(belum meninggal), apakah 'roh'nya itu sudah 'reinkarnasi'?
Bagaimana terjadinya proses berpisah 'roh' dengan raganya?
Apa 'roh'nya tersebut dapat kembali ke raganya?
Murhada, Tangerang
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Jika pertanyaan yang dimaksud adalah raga sebelum meninggal,
maka berarti dia sudah meninggal dan lahir kembali sebagai
mahluk yang bisa melihat raganya sendiri. Seseorang
setelah meninggal memang bisa melihat badannya sendiri
karena dia sudah terlahir di alam yang lain.
Sedangkan jika yang dimaksud dalam pertanyaannya adalah
raga (yang) belum meninggal, maka berarti batinnya mencapai
satu tahap tertentu sehingga bisa melihat fisiknya sendiri
sebagai bayangan batin. Penampakannya adalah hasil memori
yang dia miliki tentang tubuhnya. Jadi tidak melihat
yang sesungguhnya.
Terlebih dulu kami kemukakan pandangan "roh"
dan "reinkarnasi" secara Buddhis. Di dalam
Buddha Dhamma tidak dikenal adanya roh. Yang ada adalah
proses batin yang terus-menerus berubah. Batin yang
berubah terus itu terdiri dari proses perasaan, proses
pencerapan, proses penyerta batin, dan proses kesadaran.
Keempat komponen proses itu saling terkait dan tak dapat
dipisahkan. Mereka memiliki objek yang sama dalam satu
saat. Padam bersama, muncul bersama.
Istilah reinkarnasi (reincarnation) adalah
istilah ajaran Hindu. Di dalam istilah Buddhis, yang
ada adalah istilah tumimbal lahir (re-birth / being
and becoming). Reinkarnasi mengandung pengertian
adanya sesuatu yang kekal di dalam proses itu, sedangkan
tumimbal lahir ibarat keju yang berproses dari susu.
Tetapi keju tidak sama dengan susu. Keju merupakan proses
dari susu.
Mahluk yang dapat melihat mantan jasmaninya adalah
mahluk yang sudah meninggal dunia. Mahluk itu memiliki
raga baru yang mungkin saja halus atau kasar tergantung
frekuensi materi mahluk itu. Kesadaran melihatnya muncul
dari materi peka terhadap objek penglihatan sebagai
mahluk baru tersebut.
Proses berpisahnya batin dengan jasmani saat meninggal
dunia, terjadi apabila unsur jasmani jivita rupa
telah hancur total dan batin mengalami proses maranasannavithi.
Keterangan lengkap dan jelas atas hal ini mungkin bisa
memakan berpuluh halaman dan tak cukup tempat untuk
rubrik ini. Kami sarankan agar saudara membaca buku
Menguak
Misteri Kematian karya Jan Sanjivaputta.
Batin yang sudah berpisah, bisa meninggal kembali
pada kehidupan baru itu dan terjadi patisandhi
baru lagi yang dapat bersesuaian dengan kondisi materi
dari raga yang sudah mantan tadi selama kondisi raga
tersebut sesuai untuk proses tumimbal lahir secara sansedaja
yoni.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|