|
Keinginan, Penderitaan,
dan Kebodohan
Tanya:
Apa maksud dari keinginan itu awal dari penderitaan
tapi tidak ada keinginan adalah bodoh? Lalu, bagaimana
kita menjalani kehidupan ini?
Jeffry, Jakarta
Jawaban dari Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Istilah keinginan merupakan salah kaprah terjemahan
dari tanha. Sebenarnya tanha adalah hasrat rendah
yang dilekati oleh lobha (terikatnya batin terhadap
objek). Tanha inilah sebab dukkha.
Keinginan mencapai kesucian seperti Bodhisatta merupakan
dhammachanda bukan tanha. Namun Bahasa
Indonesia memang miskin istilah, sehingga dhammachanda
sering diterjemahkan keinginan. Kami harap Saudara menjadi
jelas atas perbedaan istilah tersebut.
Kita harus mengerti dan memahami hakekat kehidupan
itu, yaitu dicengkeram oleh perubahan (anicca),
ketidakpuasan (dukkha), dan tak dapat dimiliki
(anatta). Bila kita memahaminya, maka bila ketiga
fenomena di atas menimpa kepada kehidupan kita, maka
kita tidak akan stres. Sebaliknya batin akan seimbang.
Pemahaman ini akan jauh lebih ampuh daripada janji-janji
surgawi.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|