|
Homoseksual dan Agama
Buddha
Tanya:
Bagaimana pandangan Agama Buddha terhadap kaum
gay / homosexual? Apakah ini (menjadi homoseksual -red)
merupakan buah dari hasil perbuatan di kehidupan yg
lampau? Apakah mereka juga diberi kesempatan untuk menjalani
hidup kebhikkhuan?
Richard Lou, New York, Amerika
Jawaban dari Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Kaum gay adalah manusia biasa. Kebiasaannya merupakan
penyakit batin yang terakumulasi sehingga mereka menjadi
demikian. Jadi, ini termasuk ulah perbuatan juga. 'Penyakit'
ini sebenarnya dapat disembuhkan. Tentu 'pemimpin'nya
adalah daya upaya yang kuat.
Di dalam vinaya kebhikkhuan syarat menjadi Bhikkhu,
tidak ada yang menyinggung (langsung -red) tentang
penyakit homoseksual.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|