|
Penyebab Manusia
Bertambah Banyak
Tanya:
Namo Buddhaya,
Setelah membaca jawaban yang diberikan pada pertanyaan
mengenai asal mula manusia dan proses terjadinya bumi
dan pencipta jagad raya, masih terselubung tanda tanya
yang besar di dalam kepala saya.
- Apakah penghuni Bumi pertama adalah mahluk dari
alam abhassara?
- Apakah sebelumnya telah terdapat 31 alam kehidupan?
- Bagaimana mungkin manusia ini bertambah banyak?
- Terakhir, sebenarnya ini bukan pertanyaan. Begini,
dikatakan seorang Buddha akan turun kembali ke dunia
jika kebenaran sejati telah dilupakan. Nah, bukankah
sebaiknya kita semua, seluruh manusia melupakan kebenaran
sejati ini sehingga seorang Buddha akan lahir ke dunia
dan pada saat itu pasti sangat banyak mahluk akan
tertolong dan mencapai kesucian, dan akhirnya mencapai
Nibbana. Ini menurut pandangan saya. Bagaimana?
Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Gusti Benawi, Berlin, Jerman
Jawaban dari Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat
Rodjali):
Namo Buddhaya,
Pertanyaan Saudara Gusti Benawi dapat saja muncul karena
memang untuk memahami kamma dan tumimbal lahir dibutuhkan
pemahaman yang didapat tidak hanya dari satu artikel
yang dibaca. Beberapa hal yang penting sebagai tonggak
untuk referensi lebih lanjut, sebagai berikut:
- Proses terjadinya bumi dan manusia pertama di dalam
Aganna Sutta, adalah proses bumi ini (yang
kita huni saat ini) dan manusia pertama di bumi ini,
yang dimulai dari meninggalnya mahluk alam Abhassara.
Padahal, bumi-bumi sangat banyak di alam semesta ini,
dan semua ini tidak diceritakan. Di dalam Aganna
Sutta, tidak diceritakan hewan pertama, namun
ketika mahluk manusia berproses dan mereka melakukan
perkawinan, diceritakan sudah ada sapi, karena pengantin
tersebut dilempari dengan tahi sapi.
- Tiga puluh satu alam, merupakan kosmologi Buddhis,
yang didasarkan atas pengelompokan kesadaran tumimbal
lahirnya mahluk-mahluk tersebut. Di dalam sutta
diceritakan bila ada seribu bumi, seribu sineru (mahameru),
seribu matahari, dan seterusnya, maka ada seribu x
31 alam kehidupan.
- Manusia bertambah banyak , bisa dari kondisi:
- meninggalnya mahluk lain dari bumi ini dan
tumimbal lahir sebagai manusia.
- meninggalnya manusia lain dari bumi lain dan
tumimbal lahir sebagai manusia.
- meninggalnya mahluk lain dari bumi lain dan
tumimbal lahir sebagai manusia.
- meninggalnya mahluk lain dari planet lain /
susunan tata surya lain dan tumimbal lahir sebagai
manusia.
- Buddha muncul tidak sembarang waktu, dan Dhamma
dilupakan juga tidak sembarang waktu. Proses pelapukan
Dhamma sangat berkondisi, dan tidak dapat dipaksakan.
Selama Dhamma dilupakan, juga akan muncul banyak Buddha-Buddha
yang disebut Pacceka Buddha. Masa ini sangat lama
sekali berlangsungnya. Namun pada jaman ini, kualitas
manusia yang mendengarkan Dhamma dari Pacceka Buddha
tidak cukup tinggi untuk dapat merealisasi kesucian.
Berbeda dengan era kemunculan Sammasambuddha, kualitas
manusianya cukup tinggi untuk merealisasi kesucian
karena era ini ditandai dengan kemakmuran, sistem
peradaban, dan filsafat yang tinggi, serta sistem
religius dan meditasi tingkat tinggi. Jadi, kemunculan
Buddha tidak dipaksakan sepihak dengan melupakan ajaran
tetapi kualitas calon Buddha pun dibutuhkan, antara
lain, paramita-nya (yang tentunya bertindak
sesuai Dhamma walaupun tidak dikenal istilah Buddha
Dhamma), kondisi sosial, dan lingkungan yang mendukung
pengembangan batin Bodhisatta.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|