|
Memimpikan Sanak
Saudara
Tanya:
Namo Buddhaya,
Apa maknanya jika kita sering memimpikan sanak saudara
yang telah meninggal? Bagaimana caranya agar saya tidak
memimpikannya lagi?
Mettacitena,
Nayakin, Tangerang
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Paling tidak ada dua sebab. Pertama
adalah karena kita teringat kepadanya, baik disadari
atau tidak. Kedua, mereka mungkin terlahir di alam yang
kurang bahagia dan kemudian berusaha mengirimkan 'kabar'
kepada keluarganya yang masih hidup dengan memberikan
mimpi.
Kalau penyebab mimpinya adalah
yang kedua, maka sering-seringlah melakukan kebajikan
atas nama dia dan limpahkan jasa kebajikan yang diperbuat
untuk kebahagiaannya di alam kelahirannya yang sekarang.
Maka, apabila buah jasa yang kita kirimkan sudah cukup,
ia akan terlahir kembali di alam yang lebih baik. Dengan
demikian, tentu saja, dia sudah tidak akan memberikan
mimpi lagi.
Mimpi ada empat kemungkinan penyebab, yaitu:
a. kesan yang kuat di masa lampau,
b. harapan yang kuat untuk yang akan datang,
c. ketidakseimbangan unsur-unsur (dhatu) internal
maupun eksternal, dan
d. pengaruh mahluk lain.
Jadi, jangan terikat untuk tidak ingin mimpi ini atau
itu. Yang penting, bila perbuatan dan pikiran kita selalu
positif. Contohnya melatih metta bhavana, maka
tidak akan bermimpi. Bila bermimpipun, maka mimpinya
juga yang indah-indah. Sebagai informasi tambahan, mahluk-mahluk
pasti bermimpi sebelum mencapai minimal tingkat kesucian
Anagami. Selamat berlatih, semoga anda bermimpi indah.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|