|
Penggunaan Patung
di Altar
Tanya:
Namo Buddhaya,
Saya ingin menanyakan, kapan pertama kali patung digunakan
dalam kebaktian Agama Buddha dan bagaimana sejarahnya
hingga patung seolah-olah harus ada dalam setiap altar?
Albert Ernam, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Patung Buddha diperkirakan telah
digunakan pada saat Agama Buddha masuk Yunani, yaitu
pada jaman Gandhara (suatu daerah di India) yang waktu
itu dikuasai oleh Yunani, yang semula dikenal sebagai
kesenian Gandhara, yaitu kira-kira abad I Masehi. Buktinya,
bentuk patung Buddha yang pertama diketemukan di daerah
Gandhara mempunyai ciri-ciri persis dengan manusia bangsa
Yunani, yaitu dengan dada bidang, wajah Eropa, dan bertelanjang
dada.
Sebenarnya waktu awal sejak Sang
Buddha Parinibbana yang menjadi obyek pemujaan adalah
pohon bodhi. Maka "keharusan" itu sebenarnya tidaklah
demikian. Semuanya adalah sesuai tradisi. Karena maksud
utamanya adalah sebagai obyek perenungan akan sifat-sifat
luhur Sang Buddha.
Sebagai contoh, ada (vihãra)
di suatu daerah di Pulau Jawa yang menggunakan obyek
pemujaan berupa toples kosong. Mereka menganggap bahwa
Sang Buddha telah mencapai Nibbana yang diartikan sebagai
suatu kekosongan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|