|
Mengenali Seorang
Arahat
Tanya:
Namo Buddhaya,
Bagaimana kita bisa membedakan antara seorang Buddha
atau Arahat dengan orang yang belum mencapainya? Soalnya
saya bingung kalau ada yang mengaku sebagai seorang
Buddha atau Arahat. Terima kasih.
Mettacitena,
Andri Djunaedi, Beijing, China
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera) dan Dhamma
Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,
Seseorang yang telah mencapai
kesucian memang tidak dengan mudah dikenali oleh orang
lain. Biasanya hanya sesama mereka yang telah mencapai
kesucian, barulah dapat mengenalinya.
Namun, untuk mendapatkan sedikit
gambaran agar dapat 'menduga' mereka yang telah mencapai
kesucian, maka berikut ini adalah 'daftar' persyaratan
seseorang untuk mencapai kesucian. Seseorang yang telah
mencapai kesucian, berarti dia telah mematahkan kesepuluh
belenggu kekotoran batin. Kesepuluh belenggu ini adalah:
- Sakkãyaditthi = Pandangan sesat tentang adanya
pribadi, jiwa atau aku yang kekal.
- Vicikicchă = Keragu-raguan terhadap Sang Buddha
dan Ajaran-Nya.
- Silabbataparămăsa = Kepercayaan tahyul bahwa upacara
agama saja dapat membebaskan manusia dari penderitaan.
- Kămarăga = Nafsu Indriya.
- Vyăpăda = Benci, keinginan tidak baik. Setelah
meninggal dunia, seorang Anăgămi akan terlahir di
sorga Suddhavasa dan disitu akan mencapai Tingkat
Arahat.
- Ruparăga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir
di alam bentuk.
- Aruparăga = Kemelekatan atau kehausan untuk terlahir
di alam tanpa bentuk.
- Măna = Ketinggian hati yang halus.
- Uddhacca = Bathin yang belum seimbang benar.
- Avijjă = Kegelapan bathin.
Sdr. Andri Djunaedi yang baik, untuk membedakan antara
manusia Arahat dengan yang bukan, ada banyak kriteria,
antara lain:
- Perlu bergaul dengan orang itu dalam jangka waktu
yang lama,
- Arahat tidak pernah tertawa, kalaupun tersenyum
tidak kelihatan gigi,
- Tidak akan pernah melanggar lima latihan moral
Buddhis / pancasila Buddhis (ini sejak Sotapana sudah
dilakukan) dalam kondisi terjepit apa pun,
- Tidak ada lagi 10 kilesa dan 10 samyojana
serta akusala kammapatha 10,
- Tidak akan pernah memfitnah, berbicara kasar atau
berbicara yang tak perlu,
- Untuk saat ini, tidak pernah akan mengaku Buddha
/ Arahat kepada Umat,
- Tidak akan pernah melekat kepada sektenya,
- Tidak berkeluarga, dan masih banyak lagi.
Masalahnya, bila ada umat yang melaksanakan butir 2,
3, 5, 6, 7, dan 8, dia belum tentu Arahat; tetapi jika
Arahat pasti seperti di atas.
Untuk Buddha ada lagi kriteria lain, yaitu tubuhnya
memiliki 32 tanda manusia agung. Di dalam Tipitaka di
sebutkan bahwa Buddha setelah Buddha Gotama akan hadir
pada saat umur manusia menjadi panjang sekali (80.000
tahun) dan setelah istilah Dhamma tidak dikenal.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|