|
Agama Buddha dan
Kawin Beda Agama
Tanya:
Namo Buddhaya,
Seandainya saya sebagai penganut Agama Buddha ingin
menikah dengan seseorang yang beragama lain tetapi saya
tidak ingin beralih agama, diapun tidak. Kami berduapun
sama sekali tidak mempersoalkannya. Bisakah pernikahan
/ perkawinan saya itu direstui atau dapat pengesahan
dari vihara?
Sebelumnya terima kasih atas jawabannya.
Imelda, Makassar
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Sebenarnya upacara perkawinan
antar mereka yang beda agama tidaklah terlalu bermasalah
dalam Agama Buddha. Hanya saja, memang disarankan untuk
satu agama. Hal ini tentu ada sebabnya. Permasalahan
bukan pada upacara perkawinannya, namun kehidupan dalam
perkawinan itu sendiri.
Banyak permasalahan yang timbul karena perkawinan beda
agama. Salah satunya adalah pemilihan lokasi pemberkahan
perkawinan itu sendiri, menurut agama yang pria atau
wanita. Kalau hal ini sudah dapat diselesaikan dengan
baik, maka berikutnya akan timbul masalah seputar kegiatan
kebaktian setiap hari Minggu, akan pergi ke tempat ibadah
agama si pria atau wanita. Kalaupun masalah ini bisa
diselesaikan, maka jika memiliki anak, akankah dididik
menurut agama si bapak atau si ibu? Jika masalah ini
sudah bisa diselesaikan dengan baik pula, maka apabila
si ayah dan ibu semakin tua serta sakit-sakitan, akankah
didoakan menurut agama si sakit ataukah yang sehat?
Kalaupun hal ini bisa diselesaikan,
apabila salah satu meninggal dunia, akankah didoakan
menurut agama yang meninggal atau yang hidup? Demikian
pula dengan bentuk upacara penyempurnaan jenasahnya,
begitu pula dengan bentuk makamnya, seandainya dimakamkan.
Dan juga, perbedaan agama ini juga terbawa sampai dengan
upacara kematian 3 hari, 7 hari, 49 hari, dan seterusnya.
Akankah dilaksanakan menurut agama yang meninggal ataukah
yang hidup. Dan cerita ini masih bisa diperpanjang lagi
untuk melihat dengan jelas bahwa perkawinan beda agama
itu sangat beresiko memicu permasalahan ekstra dalam
perkawinan.
Oleh karena itulah, maka disarankan pasangan hendaknya
satu agama sebelum memutuskan untuk hidup bersama dalam
rumah tangga.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|