BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Cara Hadapi Orang Marah

Tanya:
Namo Buddhaya,

Bagaimana cara menghadapi seseorang yang sedang marah dan memaki kita dengan kata kasar?

Mettacitena,

Vonny, Medan

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera) dan Dhamma Study Group Bogor (Sdr. Selamat Rodjali):
Namo Buddhaya,

Kemarahan seseorang tentu ada sebabnya, oleh karena itu, untuk menghadapinya, perlu ada sedikit perenungan.

Pertama, apakah tindakan kita memang salah sehingga layak untuk dimarah dan dimaki? Kalau memang salah, maka hendaknya kita berusaha mengubah perilaku sehingga di masa depan kita tidak akan dimaki lagi.

Kedua, kalau makian itu tidak berdasar, karena kita tidak bersalah, maka sebaiknya dengan kata-kata yang sopan, kita ingatkan dia bahwa kemarahan dia 'salah alamat', artinya kita menegaskan bahwa diri kita tidak seburuk yang dia pikirkan. Penjelasan ini bisa dilakukan secara langsung, walau harus memilih saat yang tepat, juga bisa, penjelasan dilakukan oleh pihak ketiga, apabila orang itu tidak mau mendengarkan keterangan kita.

Ketiga, apabila kita tidak salah, dan orang itu terus memaki karena memang wataknya demikian, serta sudah berusaha dinasehati tetap tidak bisa berubah, maka sebaiknya kita menghindarinya saja. Artinya, kita meminimalkan komunikasi dengannya. Hal ini sesuai dengan salah satu bait dalam Mangala Sutta: "Tidak bergaul dengan orang tidak bijaksana". Kita kemudian, paling hanya bertukar senyum saja, agar kamma buruk kita tidak berbuah dalam bentuk menerima cacian.

Kita harus bersabar, sadari bahwa kamma kita sedang berbuah, kemudian kembangkan karuna (belas kasihan)

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]