BuddhistOnline.com
»  
MENGENAI KAMI FAQ KONTAK
Index | Ajaran-Dasar | Berita | Dhammadesana | Tanya-Dhamma | Forum | Galeri | Vihara | Dokumen | Sejarah | Link
Dhamma Study Group Bogor
 


Update Terakhir:
Wednesday, September 28, 2005
Masa Pembenahan BuddhistOnline.com

Tuesday, May 24, 2005
Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549

Tuesday, May 24, 2005
Renungan Waisak 2549 STI

Friday, May 20, 2005
Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau

Sunday, May 1, 2005
Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?

 

   
[an error occurred while processing this directive]

 

Agar Tidak Kurang Ajar Lagi Pada Orangtua

Tanya:
Namo Buddhaya,

  1. Apakah sifat jahat (kurang ajar terhadap orangtua) dari seseorang dapat dihilangkan? Bila dapat, bagaimanakah cara yang paling efektif?

  2. Bagaimana kehidupan yang akan datang dari seseorang yang jahat / kurang ajar terhadap orangtuanya?

  3. Mungkinkah orangtua yang mempunyai anak kurang ajar disebabkan karena orangtua tersebut memetik buah dari kammanya di masa lalu? Bila demikian, dapatkah kamma tersebut diringankan / dihilangkan?

Iyus, Tangerang

 

Jawaban dari Samaggi Phala (Y.M. Uttamo Thera):
Namo Buddhaya,

  1. Sifat ini tentu saja dapat dihilangkan. Caranya adalah merenungkan tentang keberadaan Hukum Kamma, bahwa menanam padi, pasti akan tumbuh padi. Menanam keburukan / jahat pastilah akan membuahkan penderitaan; apalagi penanaman pada ladang subur, yaitu orangtua. Oleh karena itu, dengan menyadari hal ini, diharapkan, muncullah tekad untuk berbuat baik dan bersabar kepada orangtua. Tentu saja, perubahan watak ini bukan terjadi dalam sekejab. Butuh kesadaran terus menerus selama beberapa waktu.

    Namun, kalau memang terasa sangat sulit memperbaiki diri, ada baiknya untuk sementara tidak terlalu sering berkumpul dan berkomunikasi dengan orangtua. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kondisi untuk menanam kamma buruk. Pengurangan komunikasi ini bisa terjadi dengan tinggal di kota yang berbeda dengan orangtua, misalnya.


  2. Dalam Khuddaka Nikaya, Sutta Nipata, Parabhava Sutta (sutta tentang keruntuhan) pada bab 8 disebutkan bahwa 'tidak membantu orangtua' saja, adalah merupakan penyebab keruntuhan, apalagi berani berbuat jahat kepada mereka.


  3. Memang, kalau dipikirkan (secara hukum) kamma, jelas itu adalah kamma buruk yang dimiliki oleh orangtuanya sehingga memiliki anak yang tidak baik. Namun, si anak, hendaknya juga bisa mengurangi atau bahkan memotong kamma buruk ini dengan berjuang memperbaiki pola pikir yang ada, sehingga akhirnya kejahatan pada orangtua bisa dikurangi karena pengertian akan adanya Hukum Kamma.

Semoga bermanfaat.

Semoga semua mahluk berbahagia.

 

 

Kirim Artikel ini ke Teman Anda!

 

[]
Copyright © 2000-2003, BuddhistOnline.com. Hak cipta dilindungi undang-undang. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi halaman ini tanpa ijin tertulis dari BuddhistOnline.com dan mencantumkan sumber dari: BuddhistOnline.com (http://www.buddhistonline.com).
Hosting powered by HostingAnda.com. Designed by mediacyber.com.
[]