|
Agama Buddha dan
Takdir
Tanya:
Dalam Agama Buddha tidak dikenal adanya takdir (pasti
terjadi), tetapi Sakyamuni Buddha telah 'meramalkan' Buddha
selanjutnya adalah Maitteya Buddha. Apakah hal ini bukan
sesuatu yang termasuk sudah takdir ataukah bisa berubah?
Mettacittena,
Agnes, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Sang Buddha menyebutkan Buddha
yang akan datang adalah Maitteya, karena berdasarkan
kualitas kebuddhaan yang akan dimilikinya, yaitu cinta
kasih. Jadi, bukan harus namanya demikian.
Dalam Dhamma, memang tidak mengenal
adanya takdir, namun, sesungguhnya kita bisa 'memperhitungkan'
hal yang akan terjadi dengan melihat gejala yang dialami
saat ini. Misalnya saja, melihat mendung yang tebal
di langit, maka orang bisa menyatakan bahwa sebentar
lagi akan hujan. Memang, hal ini masih belum tentu dan
bisa berubah, namun, kalau tidak ada perubahan angin
dan cuaca, tentunya hujan akan turun tidak lama lagi.
Demikian pula yang dilihat oleh seorang Buddha, dengan
melihat gejala yang dimiliki oleh Bodhisattva yang akan
terlahirkan di dunia, maka Beliau dapat menyimpulkan
bahwa kelahiran Bodhisattva tersebut akan mengembangkan
kualitas cinta kasih untuk mencapai keBuddhaan.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|