|
Update Terakhir:
|
Wednesday, September 28, 2005 Masa Pembenahan BuddhistOnline.com
Tuesday, May 24, 2005 Selamat Hari Tri Suci Waisak 2549
Tuesday, May 24, 2005 Renungan Waisak 2549 STI
Friday, May 20, 2005 Tanya Dhamma: Hubungan Deja Vu dan Kamma Masa Lampau
Sunday, May 1, 2005 Benarkah Mahabodhi Vihara Bodh Gaya Dicoret dari Daftar Cagar Budaya Dunia UNESCO?
|
|
|
|
 |
|
[an error occurred while processing this directive]
|
|
Meditasi dan Mengantuk
Tanya:
Namo Buddhaya,
- Selama ini saya belajar tentang meditasi di mana
saya dulu pernah membaca buku "Teknik Mengatasi
Kemarahan" yang sungguh berkesan bagi saya, namun
saya kurang serius dalam melatih diri. Baru dalam
beberapa hari ini saya mencoba lagi dengan cara membaca
kalimat "semoga semua mahluk bebas dari rasa
sakit dan bahaya, semoga mereka bebas dari penderitaan
batin, semoga mereka bebas dari penderitaan jasmani,
semoga mereka dapat menjalani hidup ini dengan bahagia"
( tertulis dalam buku tersebut ). Saya mencoba menyebut
diri saya, saudara kandung, orangtua, paman, nenek
yang telah meninggal, bahkan sampai orang yang saya
tidak sukai sambil membayangkan wajah-wajah mereka
sebagai sarana konsentrasi. Hasilnya saya bisa menjalani
meditasi ini sampai 25 menit. Padahal biasanya 15
menit sudah setengah mati terkantuk-kantuk. Mohon
tanggapan apakah cara yang saya jalankan ini dapat
dibenarkan atau ada kekurangan atau salah sama sekali?
- Butuh waktu berapa lama dalam berlatih meditasi
untuk mencapai tingkat yang tinggi?
- Di jaman sekarang ini, masih adakah orang yang bisa
mencapai tingkat (kesucian) setara dengan Sang Buddha?
Sekian pertanyaan saya. Mohon responnya.
Ari Sardjono, Taipei, Taiwan
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
- Mengantuk adalah merupakan salah satu akibat dari
kebosanan dengan kegiatan yang dilakukan, atau akibat
ketenangan yang diperoleh dengan memegang obyek, atau
mungkin juga karena kelelahan serta masih banyak sebab
yang lain. Untuk mengatasinya, maka faktor-faktor
penyebab mengantuk hendaknya diatasi dahulu. Bila
faktor penyebab mengantuk adalah hasil konsentrasi,
maka tingkatkan semangat untuk terus memegang obyek,
sehingga dalam beberapa saat kemudian mengantukpun
akan lenyap, pikiran menjadi terang, obyek akan tampak
jelas. Mengantuk juga bisa diatasi dengan meditasi
berjalan, yaitu sambil berjalan memperhatikan langkah
kaki sambil menyebutkan dalam hati: kanan-kiri sesuai
dengan kaki yang digerakkan. Jadi, singkatnya, mengantuk
dengan banyak penyebabnya ini baru bisa diatasi bila
dikonsultasikan secara langsung dengan mereka yang
telah memiliki banyak pengalaman dalam meditasi di
vihara terdekat tempat tinggal Anda.
- Pencapaian meditasi adalah relatif, tidak dapat
ditentukan waktu dan hasilnya. Hal ini tergantung
pada ketekunan latihan, ketajaman pengamatan guru
yang membimbingnya, serta kamma pendukungnya, di samping
masih banyak hal lainnya.
- Sang Buddha pernah membabarkan, bahwa selama masih
ada yang melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan,
maka pastilah masih banyak orang yang mencapai kesucian.
Jadi, perilaku inilah yang menjadi ukurannya, bukan
pakaiannya, bukan pula tempat tinggalnya, cara makannya,
cara ceramahnya, dan lain sebagainya. Dengan demikian,
walaupun (hidup) di jaman ini, selama perilaku ini
(melaksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan -red)
dikerjakan, kesucian atau keBuddhaan akan bisa dicapai.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|
|
 |
|
|