|
Mendoakan dan 'Nyumpahin'
Tanya:
Menurut saya, mendoakan maupun 'nyumpahin' mempunyai
proses awal yang sama, yaitu memfokuskan pikiran. Perbedaannya
adalah pada tujuan akhirnya. Benarkah pandangan saya
ini? Terima kasih.
Surjadie Chandra, Jakarta
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Mendoakan dan 'nyumpahin' seseorang
memang membutuhkan konsentrasi pikiran. Makin kuat konsentrasi
yang dimiliki, makin mampu dia memberikan kondisi kamma
orang lain berbuah sesuai dengan harapannya. Oleh karena
itu, dalam Dhamma diberikan latihan kemoralan mendahului
latihan konsentrasi, agar tidak terjadi penyalahgunaan
kekuatan konsentrasi yang dimilikinya.
Dengan menggunakan konsentrasi
untuk mendoakan seseorang agar mendapatkan hal yang
membahagiakan, maka ini adalah merupakan pemupukan kamma
baik. Sedangkan, dengan 'nyumpahin' seseorang agar kamma
buruknya berbuah, sesungguhnya adalah penanaman kamma
buruk untuk diri si penyumpah pula.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|