|
Peranan Kamma yang
Sebenarnya
Tanya:
Namo Buddhaya,
Yang ingin saya tanyakan adalah saya masih bingung
mengenai KAMMA, sebab dalam buku "Milinda Panha"
dikatakan oleh Y.M. Bhikkhu Nagasena bahwa rasa sakit
yang timbul disebabkan oleh angin yang berlebihan; cairan
empedu yang berlebihan; lendir yang berlebihan; campuran
dari tiga cairan tubuh; variasi temperatur; stress lingkungan;
pengaruh luar; dan kamma. Dalam hal ini KAMMA hanyalah
salah satu penyebabnya. Jadi, bagaimanakah peranan KAMMA
sebenarnya? Apakah semua derita manusia (sakit, kecelakaan,
ditodong, dipukul orang, dan lain sebagainya) adalah
murni karena KAMMA?
Terima kasih atas jawabannya. Semoga semua mahluk hidup
berbahagia.
Sumin, Bekasi
Jawaban dari Samaggi
Phala (Y.M. Uttamo
Thera):
Namo Buddhaya,
Kita bisa menyatakan bahwa semua
penderitaan yang dialami oleh manusia adalah BUAH kamma
buruk yang dia miliki sedang berbuah, namun hendaknya
diingat bahwa kamma buruk itu bisa berbuah salah satunya
karena sikap dan perbuatan kita sendiri saat ini. Jadi,
munculnya buah kamma buruk berbentuk sakit, bisa disebabkan
oleh sikap dan gaya hidup yang tidak sesuai dan tidak
mendukung kesehatan tubuh kita. Begitu pula buah kamma
buruk yang berbentuk ditodong dan dirampas harta kita,
bisa disebabkan oleh sikap dan keputusan kita yang keliru
misalnya saja mengambil jalan yang sepi atau menggunakan
perhiasan dengan agak berlebihan di tempat yang kurang
sesuai.
Intinya, kamma buruk bisa berbuah
bila kita kondisikan untuk itu. Oleh karena itu, sikap
dan perilaku saat ini juga menentukan buah kamma buruk
tersebut.
Semoga bermanfaat.
Semoga semua mahluk berbahagia.
Kirim
Artikel ini ke Teman Anda!
|